Sssstttt…..Jangan Ceritakan Mimpimu Semalam!

Sssstttt.....Jangan Ceritakan Mimpimu Semalam!Mimpi selalu dikaitkan dengan peristiwa yang bakal dialami. Katanya, jika bermimpi jempol kaki digigit ular itu berarti dalam waktu dekat ada seseorang yang akan melamar kita. Bermimpi buang hajat artinya kita akan berhadapan dengan masalah yang mencelakai hidup kita. Bermimpi pakaian dipinjam orang, katanya memiliki makna bahwa kekasih kita berselingkuh alias direbut orang. Pokoknya setiap mimpi memiliki tafsir sendiri-sendiri.

Orang mengalami kejadian menyenangkan maupun sebaliknya selalu mengungkapkan kesenangan ataupun kesedihannya itu dengan berkata: “Mimpi apa ya, aku semalam?”

Ya, mimpi selalu dikaitkan dengan kehidupan di alam nyata. Lantas bagaimana sebaiknya kita bersikap setelah berpetualang dalam mimpi semalam? Kata Pak Ustad dalam pengajian yang berlangsung subuh kemarin di langgar kami, sebaiknya kita tidak menceritakan mimpi kita kepada siapa pun. Termasuk kepada paranormal dan orang-orang yang kita anggap memiliki kekuatan gaib lainnya.

Mengapa demikian? Mimpi yang diceritakan kepada orang lain bisa menimbulkan kesedihan bagi kita. Jika orang yang kita kabari mimpi tersebut kemudian meramalkan kita akan mendapat kejadian buruk, so pasti kita bisa stress setelahnya. Makan tidak enak, minum pun demikian. Kita bisa menderita lahir batin, siang maupun malam.

Seandainya mimpi tersebut jatuh ke telinga orang-orang yang dengki kepada kita, bisa saja terjadi mereka kemudian melakukan sebuah rencana untuk mencelakai kita.

Ketika  Nabi Yusuf AS menceritakan mimpinya semalam kepada Nabi Yakub AS, ayahandanya, maka sang ayah mewanti-wanti kepada putranya itu agar tidak menyebarluaskan mimpinya itu. Nabi Yakub memahami bagaimana sifat dengki memenuhi hati saudara-saudara Yusuf.

Mengingat sensitifnya urusan mimpi ini, maka kita disarankan untuk tidak menceritakan setiap detail mimpi yang kita alami. Ketika kita bermimpi menikah dengan seseorang yang selama ini diidolakan banyak orang dan menjadi rebutan siapa pun, maka tutuplah rapa-rapat bibir ini. Lebih baik tindaklanjuti saja mimpi tersebut dengan amalan-amalan yang dicontohkan dalam agama kita, misalnya, bersedekah, berdoa. Pokoknya makin mendektalah kepada-Nya. Itu semua jauh lebih baik daripada mengobral mimpi ke sana-ke mari.

Insya Allah, jika itu semua telah kita lewati dan memang merupakan hal terbaik di mata Allah SWT, mimpi tersebut  akan menjadi sebuah kenyataan yang amat menakjubkan. Amien!

6 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*