Pada Situasi Seburuk Apa Pun Kita Tidak Boleh Menyerah

Kisah petualangan Jose Salvador Alvarenga

Selama setahun Jose Salvador Alvarenga terkatung-katung di Samudera Pasifik.  Nelayan asal Elsalvador tersebut pada 21 Desember 2012 bersama seorang rekannya berlayar untuk berburu hiu.

Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, kapal berbahan dasar fiberglass yang ditumpanginya itu pecah dihantam badai. Kawan seperjalanan Alvarenga pada akhirnya menghembuskan nafasnya yang penghabisan. Beruntung Alvarenga masih bisa bertahan hidup hingga sekarang.

Menurut pengakuannya, dia bisa bertahan hidup dengan makan burung, makan ikan, minum air hujan serta minum air kencingnya sendiri. Ya, dengan cara itulah selama 13 bulan Alvarenga mengarungi ganasnya Samudera Pasifik.

Kemampuan Alvarenga untuk bertahan hidup ditunjang oleh faktor lingkungan di Lautan Pasifik yang dikenal tinggi kadar air hujan dan satwanya. Di sisi lain, menurut seorang pakar seni bertahan hidup, Alvarenga dapat bertahan hidup juga dikarenakan faktor psikologisnya yang prima. Ia tidak pernah menyerah pada keadaan buruk.

Nick Vroomans, Direktur Lembaga Layanan Seni Bertahan Hidup—Staying Alive Survival Services— di Queensland kepada ABC mengatakan bahwa perasaan menerima situasi yang kita hadapi bisa mendorong kita untuk lebih mampu mengambil keputusan yang logis. Jika saja Alvarenga saat menghadapi musibah itu larut dalam keputusasaan bisa jadi akhir kisah petualangannya akan sama dengan teman seperjalanannya.

Bagi saya secara pribadi, kisah petualangan Jose Salvador Alvarenga menjadi pelajaran sangat berharga dalam menghadapi dinamika hidup dan kehidupan. Kita seringkali dihadapkan pada situasi yang sangat tidak kondusif. Diputus kasih oleh orang yang amat kita cintai, misalnya. Jelas situasi ini akan sangat menyita waktu, tenaga, pikiran, dan dapat mengantar kita pada keputusasaan. Jika kita tidak dapat berpikir waras, mungkin cara penyelesaiannya pun sangat tragis dan fatal.

Bob Cooper,  seorang pakar seni bertahan hidup, mengatakan bahwa bertahan hidup adalah permainan pikiran. Ubahlah dalam pikiran kita semua ketidaknyamanan itu menjadi hal yang sebaliknya.

Dalam kondisi seburuk apa pun kita tidak boleh menyerah barang sejengkal pun. Yakini Tuhan masih sayang kepada kita. Tidak ada masalah yang tidak ada solusinya. Dapat dipastikan, setiap persoalan memiliki cara pemecahannya.

Dengan cara berpikir positif seperti itulah semua problema hidup itu dapat kita lewati dengan sukses dan gemilang.

 

2 Comments

  1. donielfrado says:

    bagaimana harus nya sikap/sift kita untuk menghadapi rmh tngga yg di ambng perceraian ,ketika istri menginginkan perpisahan

  2. donielfrado says:

    mohon bantuan nya

Tinggalkan Balasan ke donielfrado Cancel

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*