Caution: Camer alias Calon Mertua!

Father in LawSayang anaknya tapi abai kepada ortunya. Enggaklah yauw! Orang tua si dia walau bagaimana pun menjadi satu dari sekian penentu berhasilnya hubungan antara kamu dan si dia. Kelak, bila  melangkah pada jenjang pernikahan, siapakah yang menjadi walinya? Kan sang camer juga.

Banyak kawan yang telah berhasil menundukkan hati  pasangannya. Namun, begitu berceloteh tentang  calon mertua, minta ampyun, setengah mati untuk bisa meyakinkannya. Ya iyalah, mana ada orang tua yang rela melepaskan anaknya begitu saja bila calon pasangan anaknya tersebut belum menunjukkan tanda-tanda meyakinkan. Mungkin sang camer khawatir anakanya hanya sekedar dijadikan tempat lewat belaka. Ingat, kadang-kadang sifat posessive ortu melebihi segala-galanya.

So, pertama, yakinkan kepada sang camer bahwa anaknya benar-benar aman berada di tangan kamu. Dalam arti safe dari aspek kesusilaan, keselamatan fisik dan mental, dan sebagainya.

Kedua, beri kepastian kepada camer melalui tanda-tanda yang pasti (sorry, mbulet) bahwa kelak kamu akan mampu menafkahi  anaknya secara lahiriah maupun batiniah. Sekalipun kamu belum berpenghasilan tetap, tunjukkan kepada camer Anda bahwa Anda tetap berpenghasilan!

Ketiga,  Tunjukkan bahwa kamu calon imam yang sangat bonafide bagi keluarga yang kelak dibangun oleh kalian berdua. Jika kamu seorang pemeluk Islam, minimalkamu bisa menjadi  imam shalat magrib. Sebobrok-bobroknya calon mertua kita, ia tetap menghendaki  beroleh calon mantu yang saleh; bukan sekedar bernama Saleh aje.  Bahkan, beberapa calon mertua menerapkan aturan ketat. Calon mantu yang melamar anaknya harus berani memenuhi tantangannya: khatam al-Quran 30 Juz. Nah, loe!

Mangkanya bagi kamu yang bacaan Quran-nya masih dalam bilangan pre-elementary, usaha dong dari sekarang.  Mulai buka-buka  buku iqra milik adik kamu (Maksudnya:  Dipelajari dong, bukan cuma dibuka-buka doang)

Sesekali, bila sedang bertandang ke rumah si dia, tanyakan juga dong kepadanya tentang kabar camer kamu. Tunjukkan kepada kekasih kamu bahwa kamu pun menaruh respek dan perhatian terhadap camer kamu.

Keempat, intip dong apa kesukaan camer. Kalau camer penghobi  berat sepak bola, sesekali pancing obrolan dengan membuka topik tentang  Liga Inggris, Liga Itali, atau tentang kondisi persepakbolaan nasional kita. Jangan melulu ngobrol dengan pacarmu. Sesekali ngobrol dong dengan camer kita. Buat obrolan seintens mungkin hingga chemistry-nya didapat (Ah, ini ngomong apa’an).

Kelima…….. Ayo bangkit. Jangan Cuma melototi tips ini. Gimana bisa berhasil kalauu kamu Cuma berteori belaka. Sana pergi, temui camermu!

4 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*