Trik dan Gimick dalam Mengundang Jodoh

Trik dan Gimick dalam Mengundang JodohDalam sebuah adegan film, seorang ibu memaksa menyumpalkan gumpalan kain ke sela-sela beha anak gadisnya. “Laki-laki memang suka dengan tipuan-tipun kecil seperti ini” gumamnya, tanpa merinci tipe lelaki macam apa yang yang suka dengan trik seperti ini. Secara pribadi saya mengatakan bahwa saya bukan bagian dari tipe lelaki seperti itu.

Banyak trik dan gimick yang dilakukan kaum perempuan juga orang tuanya, terutama sang bunda, agar anaknya segera mendapat jodoh. Sebagian melakukan upaya dengan cara menggali potensi yang dimiliki oleh anaknya, sebagian lainnya melakukan gimick: cara-cara artifisial seperti kasus penyumpalan kain dalam cerita saya di atas.

Pertanyaannya, apakah cara-cara gimick seperti itu patut dilakukan? Saya rasa hampir semua perempuan melakukan berbagai trick berbau gimick dalam rangka menarik minat lawan jenisnya. Lihat saja bagaimana mereka memulaskan bronzer atau eyeshadow warna coklat secara tipis-tipis pada sisi hidung agar mereka yang tadinya pesek tampak mancung. Sebagian lainnya menyuntikkan silikon cair ke dagunya agar dagunya tersebut indah bak lebah bergayut.

Yang lebih ekstrem lagi adalah dengan cara bedah plastik. Kaum perempuan tak segan-segan mengeluarkan uang Rp 20-50 juta untuk sekedar mengubah bentuk hidungnya. Mereka pun tak sungkan merogoh Rp 20 juta dari koceknya agar mata mereka lebar dan indah. Demam K-Pop menyebabkan banyak perempuan melakukan bone structure untuk mendapatkan wajah V shape. Tak kurang dari Rp 60 juta harus dikeluarkan oleh mereka agar wajahnya tampak berbentuk oval.

Hanya sebatas itu; hanya sebatas mengubah tampilan raga yang mereka lakukan demi popularitas atau demi menarik jodoh mereka. Sementara urusan yang lebih krusial, sepeti tentang tatacara menata kepribadian dan tingkah laku, tampaknya belum menjadi prioritas.

Upaya mengubah penampilan fisik, boleh-boleh saja, tapi jangan sampai melupakan hal krusial lainnya. Saya rasa, jika penataan tampilan fisik dilakukan secara paralel dengan peningkatan kepribadian dan tingkah laku, maka jodoh yang selama diidam-idamkan pun bukan sekedar mendekat, melainkan masuk ke dalam jantung kehidupanmu.

Adapun untuk urusan trik dan gimick yang kamu umpankan selama ini, harap disadari, bahwa semua yang upaya berbau tipu daya, pada akhirnya, akan terkuak juga. Mengapa tidak berusaha jujur saja pada jodohmu?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*