Statusmu Harimaumu!

Statusmu HarimaumuJangan merendahkan diri dan mengumbar kelemahan diri di sosial media. Saya perhatikan banyak sekali teman kita yang merendahkan diri dengan status yang dibuatnya di facebook. Modus merendahkan diri itu dilakukannya, antara lain, dengan cara marah-marah; melontarkan kata-kata tidak senonoh di sosial media tersebut.

Sesungguhnya, dengan cara seperti itu kita sedang menyebarkan energi negatif. Sebagian besar dampak negatifnya akan kembali ke dalam diri kita sendiri. Kita akan kehilangan banyak teman. Bahkan, mungkin tadinya ada seseorang yang sedang jatuh simpati kepada kita, tapi gara-gara kita menulis status buruk di facebook, orang tersebut kemudian balik kanan meninggalkan kita.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Amanda Forrest dari University of California dan Joanne Wood dari Waterloo University, yang diterbitkan dalam Psychological Science menunjukkan bahwa para pengguna facebook yang sering meng-update statusnya dengan hal-hal yang positif lebih banyak menerima tanggapan yang lebih positif dari para pengguna facebook lainnya. Namun sebaliknya, para pengguna facebook yang sering mencantumkan status negatif menerima respons atau tanggapan negatif pula.

Ingatlah bahwa tidak sedikit di antara teman kita yang menggunakan facebook sebagai sarana atau arena pencarian jodoh. Tidak sedikit pula di antara mereka yang kemudian serius mengajak pasangan yang didapatkannya di sosial media tersebut untuk melangkah ke jenjang pernikahan.

Oleh sebab itu, kita harus pandai-pandai menata diri; harus banyak menahan diri. Sebab, begitu status buruk itu kita tuliskan, maka kesan buruk pula yang akan tercetak dalam pikiran kawan sesama facebooker lainnya. Dan akhirnya, jodoh yang sudah mendekat kepada kita pun bisa kembali menjauh.

Sebagian teman kita juga mencantumkan identitas di facebook dengan cara merendah yang berlebihan. Misalnya, ada seseorang yang menyebut dirinya sebagai adyorangtermiskindidunia, yangselaludisakiti, odigampangpatahhati, ettyjombloabadi, serta identitas-identitas lainnya yang memiskinkan jiwa dan penampilannya sendiri.

Berkaitan dengan hal ini, perlu diingat bahwa pada galibnya orang akan mencari teman yang beraura positif. Bukankah kita pun mencari teman yang berkarakter seperti itu? Sebab, kawan atau teman yang berkarakter positif akan berpengaruh terhadap gairah hidup kita.

Kita sering kali berhadapan dengan problema hidup yang cukup rumit. Makanya, kita akan senantiasa mencari sahabat dalam dunia nyata maupun di dunia maya yang berpikiran positif. Merekalah yang akan membawa kita ke dalam semangat hidup yang positif pula.

Oleh sebab itu, saat bersosialisasi dengan perantaraan sosial media, hentikan sikap dan perbuatan yang memiskinkan jiwa kita sendiri. Hentikan mengeluh dan mengeluarkan umpatan tidak sopan dengan kosa kata tidak senonoh itu. Mari kita ganti status pesimistis dengan ungkapan-ungkapan penuh optimistis. Insya Allah, tindakan tersebut bisa membangkitkan semangat hidup teman-teman kita di sosial media dan membangkitkan rasa percaya diri kita sendiri.

Saya meyakini bahwa suatu ketika status positif yang kamu tuliskan di facebookmu itu akan mengantarmu ke jodohmu serta membawamu ke dalam bahtera rumah tangga yang selama ini kamu dambakan. Semoga demikian!

5 Comments

  1. Irs Harindah Murwaty says:

    Betul sekali…..terima kasih pencerahannya….

  2. status yg positif itu seperti apa contoh konkretnya? apa beli mobil /rumah baru getu? jalan-jalan sana sini getu? makan /masak ini itu getu? mohon jelasnya

  3. Ronald Sitohang says:

    Terima kasih atas pencerahannya. Hendaknya membuat status itu jangan merendah dan jangan meninggi, realistik saja.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*