Sikap Ramahmu Menjadi Rahmat bagi Dirimu

a teacher“Mas, ada undangan dari Mbak Yayuk” teriak istri saya di sela-sela pekerjaan rutin yang sedang dijalaninya.

“Lha, Mbak Yayuk memangnya membuat acara apa?”

“ Menikah!” jawab istri saya pendek.

“Alhamdulillah, akhirnya…….!”timpal saya.

Ya, Mbak Yayuk adalah tetangga kami. Usianya sudah tidak bisa dibilang muda lagi. Adik-adiknya sudah menikah semua. Bahkan, satu di antaranya sudah ada yang mau ngambil mantu. Mbak Yayu adalah perempuan lajang yang tidak merasa terganggu dengan status sorangan-nya itu. Kegiatan PKK di kampung kami selalu rancak dengan kehadirannya. Kegiatan pengajian pun demikian. Mungkin sifat guyubnya dikarenakan dia adalah seorang pendidik. Beliau mengajar di salah satu SD di kampung tempat kami bertempat tinggal.

Satu hal yang membuat saya salut padanya adalah sikap nrimo terhadap status lajangnya. Dia menyadari bahwa dirinya berbeda dengan perempuan tetangganya yang sudah berkeluarga. Namun demikian, “kekurangan” itu tidak menjadikannya kuper, rendah diri, dan merasa terganggu. Status jomblonya tak pernah mengantarnya untuk memendam diri di dalam kamar dan menjauhi aktivitas sosial di kampung kami.

Terus terang saya sering berhadapan dengan perempuan yang sudah masuk kategori usia senior namun masih menyandang predikat lajang. Umumnya mereka bersikap ja’im untuk menutupi “kekurangannya” itu. Tak ada kesan bersahabat yang dapat kita tangkap dari mereka. Perangainya tampak sinis dan serius terus menerus. Mungkin ada di antara kalian yang pernah berhubungan dengan tipe wanita seperti itu atau bahkan saat ini Beliau sedang menjadi atasanmu sendiri.

Wah, sudah terbayang betapa repotnya bila berhadapan dengannya. Lantas siapa yang merasa nyaman bila berdekatan dengannya? Lelaki mana yang berani mendekatinya?

Mbak Yayuk bukanlah tipe perempuan seperti itu. Kesan ramah senantiasa menghiasi wajahnya. Barangkali sikap familiarnya itulah yang telah menggetarkan hati seorang duda hingga melontarkan lamaran kepada dirinya.

Itulah yang bisa kita teladani dari Mbak Yayuk. Bagi kalian yang saat ini masih bermain petak umpet dengan rahasia Tuhan untuk urusan jodoh, cobalah belajar banyak dari sifat Mbak Yayuk. Cobalah tetap bersosialisasi dengan lingkungan tempat tinggalmu dan lepaskan kesan keangkuhanmu. Sikap postif justru akan menjadi magnet; laksana penarik bagi minat para lelaki lajang untuk mendekatimu. Percayalah bahwa pada suatu saat akan datang seorang pangeran yang turun dari kuda tunggangannya lalu mengajakmu mengarungi samudera rumah tangga yang selama ini kamu impikan. Mari tunjukkan sifat ramahmu karena hanya itulah yang bisa mengundang kehadiran rahmat Tuhan.
Sikap ramahmu di samping menjadi rahmat bagi sesama, juga mendai rahmat bagi dirimu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>