Nikah yang Paling Besar Berkahnya Adalah yang Murah Maharnya

Nikah yang Paling Besar Berkahnya Itu Adalah yang Murah MaharnyaUrusan mahar telah menyebabkan seorang kawan tak henti-henti memijit-mijit dahinya. Ia mengeluh dan terus mengeluh saja. Puntung rokok sudah bertumpuk di asbak. Entah sudah berapa batang rokok yang telah dihisapnya untuk mencairkan rasa galau yang menyelimuti hatinya.

Sebagai seorang sahabat yang baik, saya mendengarkan semua keluh-kesahya. Pemuda harapan bangsa yang memiliki masa depan cukup cerah ini mengadukan betapa beratnya tuntutan yang disampaikan oleh keluarga calon istrinya. Ya, orang tua sang pujaan hatinya menetapkan mahar terlalu tinggi. Mas kawin yang diajukan benar-benar di luar jangkauan kemampuannya.

Insya Allah, para lelaki yang bernasib sama dengan teman saya tidak terhitung jumlahnya. Mereka dari waktu ke waktu terus berkutat dengan urusan mahalnya mahar yang ditetapkan. Sebenarnya, bagaimana sih ketetapan mahar atau mas kawin dalam agama?

Di dalam agama Islam ada sebuah tuntunan agar pernikahan itu dibuat mudah. Allah SWT tidak pernah memberatkan hamba-Nya untuk melaksanakan ibadah yang satu ini. Artinya, tidak ada halangan bagi seseorang dengan bermodalkan pas-pasan sekalipun untuk mewujudkan niat sucinya.

Nikah itu penuh barokah. Karena itu, jangan halangi seseorang untuk mewujudkan niat sucinya tersebut. Dan jangan dihambat semangat nikah seseorang dengan rintangan mahar yang berlebihan. Bukankah Rasulullah SAW sudah menyampaikan bahwa pernikahan yang paling besar berkahnya itu adalah yang murah maharnya.

Mahar bukanlah harga diri atau nilai badan seorang perempuan. Mahar adalah nafkah pertama yang diterima oleh seorang istri dari suaminya. Semua tentu mengetahuinya. Namun demikian, tidak sedikit orang tua yang merasa bahwa biaya yang digunakan untuk mendidik dan membesarkan putrinya harus ditebus dalam bayaran mahar oleh seorang pria yang akan mempersuntingnya. Semacam hutang yang harus dibayar impas.

Pernikahan itu amatlah mudah dan murah. Tapi kita sering menjadikannya sangat njlimet bin rumit. Setelah mengetahui sabda Nabi tadi, semoga kita semua dapat mengembalikan mengenai besarnya mahar itu pada proporsi asalnya.

Terlalu tinggi dalam menetapkan mahar, dikhawatirkan akan menjadi bumerang bagimu, Sister. Jangan sampai jodoh terbaikmu terhambat gara-gara mahalnya mahar. Nikah yang paling besar berkahnya itu adalah yang murah maharnya.

2 Comments

  1. saeifull zeck says:

    i like it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>