Naksir Saudara Sepupu, Boleh atau Nggak?

Girl in DilemmaPuluhan tahun tidak bertemu. Terakhir bersitatap muka ketika sama-sama duduk di bangku TK. Lebaran lalu, tak dinyana bertemu kembali dengannya. Senyumnya manis, tatapannya sungguh menggetarkan dada. Guantengnya Sepupuku.

Lha, dia juga rupanya kesengsrem sama aku, terus jadian. Orang tuaku dan orang tuanya sangat- sangat setuju. Mereka merestui hubungan kami, bahkan telah menetapkan hari baik bagi pernikahan kami.

Eit…. tunggu dulu. Naksir dia sih sah-sah saja. Tapi, kalau niat kamu keterusan bahkan sampai timbul keinginan menjadi pendampingnya, coba pertimbangkan dulu pendapat ahli kesehatan di bawah ini.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan sedarah (garis keturunan yang dekat) berisiko mendatangkan keturunan yang cacat.

Pernikahan sedarah yang dimaksud di sini adalah pernikahan antarsepupu, satu marga atau yang garis keluarganya dekat, tapi bukan sedarah kandung atau incest.

“Salah satu bahaya yang bisa timbul dari pernikahan sedarah adalah sulit untuk mencegah terjadinya penyakit yang terkait dengan gen buruk orang tua pada anak-anaknya kelak,” ujar Debra Lieberman pakar genetika dari University of Hawaii.

Lieberman menuturkan pernikahan dengan saudara kandung atau saudara yang sangat dekat bisa meningkatkan secara drastis kemungkinan mendapatkan dua salinan gen yang merugikan, dibandingkan jika menikah dengan orang yang berasal dari luar keluarga.

Hal ini disebabkan masing-masing orang membawa salinan gen yang buruk dan tidak ada gen normal yang dapat menggantikannya, sehingga pasti ada beberapa masalah yang nantinya bisa menyebabkan anak memiliki waktu hidup pendek.

Profesor Alan Bittles, direktur dari pusat genetik manusia di Perth, Australia telah mengumpulkan data mengenai kematian anak yang dilahirkan dari pernikahan antara sepupu dari seluruh dunia.

Diketahui bahwa adanya peningkatan risiko tambahan kematian sekitar 1,2 persen dibandingkan pernikahan bukan saudara dekat. Sementara itu untuk cacat lahir terdapat peningkatan risiko sekitar 2 persen pada populasi umum dan 4 persen pada pernikahan yang orangtuanya memiliki kekerabatan dekat.

Kondisi genetik yang lebih umum terjadi pada pernikahan kerabat adalah gangguan resesif langka yang bisa menyebabkan berbagai macam masalah, seperti kebutaan, ketulian, penyakit kulit dan kondisi neurodegeneratif.

“Hampir semua orang membawa mutasi genetik, tapi ketika suatu populasi memiliki ruang lingkup yang kecil maka mutasi gen akan menjadi lebih sering terjadi,” ungkap Prof Bittles.

Jika dua orang yang membawa gen resesif mereproduksi, maka anak-anaknya memiliki satu dari empat kesempatan untuk memiliki kelainan tersebut dan satu dari dua anak memiliki kesempatan menjadi pembawa sifat (carrier).

Hal inilah yang membahayakan pernikahan sedarah atau memiliki hubungan kekeluargaan yang dekat, karena risiko penyakit atau kondisi genetik tertentu menjadi lebih besar.

Prof Bittles menjelaskan sangat penting bagi orang yang akan menikah untuk melakukan pemeriksaan genetik terlebih dahulu agar bisa mencegah dampak yang mungkin terjadi pada anak-anaknya. Cara ini merupakan penyaringan selektif yang jauh lebih efektif.

Nah, setelah menyimak pendapat dua pakar di atas, masihkah kamu berniat untuk meneruskan perjalanan cintamu hingga menggapai mahligai rumah tangga yang kamu idamkan? (Detik)

10 Comments

  1. menurut orang jawa jaman dulu memang tidak diperbolehkan menikah dengan saudara yang masih sedarah. Karena jika itu dilanggar pasti ada kejadian buruk yang menimpa keluarga itu. Itulah yang dipercaya orang jaman dulu, ya diantaranya keturunan cacat baik fisik maupun mental atau tidak berumur panjang, dan penjelasan secara medis dan logisnya telah dijabarkan di atas.
    semoga menjadi informasi dan pengetahuan yang berguna bagi masyarakat kita.

  2. Sekedar info aja jujur saya salah satu anak yang lahir dr seorang sepupu dekat.Dan saya alhamdulillah sehat wa’alfiat dan tidak ada cacat sama sekali. Sebenarnya itu tergantung takdir tuhan.dan saya sangat bersyukur saya lahir secara normal

    • Alhamdulillah, kalau memang demikian. Apa yang ditampilkan di blog ini sekedar hasil penelitian yang dilakukan ahli kesehatan. Tentu ada yang sejalan dan ada yang tidak sejalan dengan hasil tersebut. Terima kasih atas kunjungan Anda ke Tips Mencari Jodoh.

      • Samsi Suradji says:

        selamat kpd YOW, mgkn anda adalah 1 diantara 3 yang tidak memiliki kesempatan untuk memiliki kelainan tersebut. Tetapi yow harus menyadari bahwa yow kemungkinan adalah satu dari dua anak yang memiliki kesempatan menjadi pembawa sifat (carrier). Jika demikian untuk YOW disarankan tidak lagi mengambil pasangan sedarah.

  3. Urai an di atas sy sdh cukup faham, tapi di sini sy ingin bertanya…,sy pernah mendengar saudara sy mengatakan, bahwa menikah dengan orang yg jenis golongan darahnya sama contoh, sesama Gol darah B atau sesama Gol A ( Yg bukan saudara dekat kita, yaitu orang lain yg kebetulan sama gol darahnya sama kita) katanya akan sulit punya anak atau keturunan, benar ngaak ya..?? Tks

  4. AKU mengalami hal yang sama…terakhir bertemu dulu TK,tp kami bertemu lagi sekitar 2 tahun yang lalu…kalau bisa jujur aku kwatir akan keturunan kami kelak…oleh sebab itu aku enggan cepat punya momongan tapi jujur aku sangat mencintainya….sulit banget kalau harus berpisah..tapi ku percaya …Allah kan berikan kami keturunan yang baik…hanya aku saja yang belum siap….i love u suamiku

    • Jalan tengah untuk mengatasi kekhawatiran Anda adalah dengan cara berkonsultasi ke dokter. Insya Allah, akan diperoleh informasi terbaik tanpa harus meninggalkan suami Anda.

    • Saya adalah pelaku pernikahan dengan sepupu. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ anak saya usia 5 tahun sehat bahkan lebih jarang sakit dibanding anak seusianya. Tentang kecerdasan kebetulan juga anak sy tergolong cerdas menurut gurunya. Sebagai gambaran, anak sy membaca diusia 4 tahun. Tapi saya ingat masa2 hamil, saya paham kebimbangan itu. Ketika tau calon anak sy laki, sesuai agama sy perbanyak baca surat Yusuf. Setidaknya aktivitas itu membuat batin sy tenang. Dan boleh percaya boleh tidak, selain keunggulan anak sy seperti yg sy sebut tadi, siapapun yg melihat anak sy berpendapat anak saya tampan. Jadi maksud saya tidak perlu terlalu cemas, krn selain potensi gen buruk yg jadi berkumpul dan diturunkan, gen baik pun bisa berkumpul. Ikhlas dan selalu berdoa, semoga bisa mendapat anugerah luar biasa seperti saya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*