Godaan Paha; Godaan Harta

Laki-laki Rentan Godaan Paha; Perempuan Rentan Godaan HartaKata teman saya, “Laki-laki rentan terhadap godaan paha, sementara perempuan rentan terhadap godaan harta.” Pernyataan tersebut menjadi kesimpulan akhir dari debat kusir yang kami laksanakan pada sebuah perjalanan menuju lokasi latihan. Seperti biasanya setiap menuju lokasi latihan selalu saja ada topik hangat yang jadi bahan diskusi kami. Lumayan, di samping menjadikan suasana tidak suntuk, diskusi tersebut membuat pengemudi kami tidak mengantuk.

Kesimpulan akhir tersebut masih boleh diperdebatkan oleh para pengunjung blog ini. Benarkah kenyataannya demikian? Secara pribadi saya termasuk orang yang setuju dengan pernyataan tersebut setelah menerima pengumuman M. Yusuf, Ketua PPATK, tentang terdapatnya aliran dana dari Ahmad Fathanah kepada lebih dari 40 wanita.

Besarnya jumlah aliran dana tersebut tidak main-main. Patokannya adalah uang, perhiasan, atau kendaraan yang dihambur-hamburkan oleh Ahmad Fathanah kepada model syur Vitalia Shesya, penyanyi dangdut Tri Kurnia Rahayu, dan artis lawas Ayu Azhari.

Saya tidak akan berpanjang lebar membahas sepak terjang Ahmad Fatahanah dan para bidadarinya itu. Khawatir ujung-ujungnya tersangkut pada persimpangan gibah raya.

Satu saja hikmah yang perlu diperhatikan oleh kita semua, terutama kaum hawa, bahwa menerima sejumlah harta berlimpah tanpa kejelasan asal-usulnya untuk kondisi saat ini bukan lagi merupakan perkara sederhana. Urusannya bisa kompleks. Bahkan, bisa membuat kita dimejahijaukan karena tersangkut  money laundry alias praktik kriminal pencucian uang.

Coba perhatikan Vitalia Shesya. Perhatikan juga Ayu Azhari. Akhirnya mereka berdua harus berurusan dengan KPK pascamenerima sejumlah pemberian dari Ahmad Fatahanah, tersangka dalam kasus suap impor daging.

Mungkin ada yang berpikir bahwa semua akibat persoalan hukum itu hanya milik si penyandang dana. “Lu ngasih duit, gua terima. Soal dari mana asal duit itu, emang gua pikirin. Itu buka urusan gua!”

Cara berpikir seperti itu harus sudah mulai ditinggalkan. Soalnya, pakar hukum telah mengusulkan agar yang dijerat hukum itu bukan si pelaku korupsi saja, melainkan juga orang-orang yang turut menikmati hasil kejahatan tersebut. “Mereka harus kena tindak pidana pencucian uang karena ini merupakan pertukaran jasa atau barang,” ujar Asep Iwan Iriawan.

Lebih lanjut pengamat hukum pidana ini menyebutkan bahwa tidak mungkin perempuan-perempuan penerima aliran dana dari Ahmad Fatahanah ini tidak menemukan kejanggalan dalam pemberian tersebut.

Oleh karena itu, berhati-hatilah. Jangan tergoda oleh iming-iming dana atau harta berlimpah yang tak jelas asal-usulnya. Saya tidak berharap kamu berurusan dengan KPK. Awalnya mungkin kamu sekedar menjadi saksi. Bisa jadi, selanjutnya kamu menyandang status tersangka.

Semoga melalui tulisan singkat ini para ukhti mulai menyadari akan ancaman di balik pemberian yang tak jelas asal-usulnya. Semoga nalar sehat para perempuan masih bekerja saat ada seorang pria yang mengiming-iming dirinya dengan, rupiah, dollar, Honda Jazz, jam tangan Rolex, rumah mewah, serta sejumlah pemberian lainnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*