Kisah Cinta Ardina Rasti-Eza Gionino, Jerat Asmara?

jerat asmara“Jangan biarkan dirimu terperangkap dalam jerat asmara.” Kalimat itu pernah didengungkan istri saya kepada anak perempuan kami satu-satunya. “Seperti apakah langkah konkret menghindar dari jerat asmara itu?” Tiba-tiba saja terbersit dalam pikiran saya pertanyaan seperti itu. Dan alhamdulillah, sepertinya istri saya faham sekali dengan pertanyaan yang masih nyangkut di kepala saya itu. Buktinya, ia pun kemudian men-jlentreh-kan tentang upaya jerat asmara yang dimaksudkannya.

Dalam versi istri saya, perempuan yang menjeratkan diri dalam perangkap asmara seorang laki-laki, sama saja dengan menggali kuburannya sendiri. Dia tidak akan sanggup bergerak ke mana pun pergi karena hidupnya seakan dalam kendali si lelaki itu. Apa pun yang dilakukan oleh pria itu, mau tidak mau harus diterimanya dengan lapang dada. Terlepas apakah diterima dengan suka rela ataukah dengan penuh keterpaksaan. Termasuk di dalamnya adalah menerima segala tindak kekerasan yang dilakukan oleh bedebah itu.

Lantas apa yang menyebabkan si perempuan itu begitu tunduk dalam kendali lelaki berangasan tersebut? Kata istri saya, salah satu penyebabnya adalah penyerahan kesucian kepada si lelaki tersebut. Sebelumnya sang kucing garong itu tampak bermuka manis, penuh perhatian. Begitu ikan asin yang diincarnya telah dilahapnya, ia pun kemudian menunjukkan watak aslinya: berangasan, ringan tangan, hilang perhatian.

Pascahilangnya kesucian itu, si perempuan pun mulai blingsatan. Bagaimana dengan masa depan dirinya? Maukah sang lelaki pujaan hatinya itu bertanggung jawab atas segala perbuatan nistanya itu? Inilah yang menjadi mimpi buruk bagi si perempuan. Ia khawatir, jangan-jangan, kata “tanggung jawab” yang dilisankan oleh sang pujaan hati tidak akan pernah ditepatinya. Oleh karena itu, si perempuan akan selalu mencoba untuk terus bertahan dari jeratan sang pujan hati sekalipun dirinya diperlakukan melebihi batas prikemanusiaan. Seterjal apapun jalan hidup itu harus ditempuhnya. Pertimbangannya hanya satu: menikah dengan si dia. Sebab, ia sangat meragukan bahwa ada lelaki lain yang mau bersanding dengan dirinya yang sudah tidak suci itu.

Apakah dalam tindak kekerasan yang dilakukan Eza Gionino kepada Ardina Rasti terkandung unsur perangkap asamara yang dimaksudkan istri saya tersebut? Wallahu alam bissawab.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*