Ketika Mangkel Kepada Cowokmu, Apa Yang Mesti Dilakukan?

Ketika Mangkel Kepada CowokmuBerkali-kali dia telat menjemput. Janji sering tidak ditepati. Rasanya emosi ini mau meledak. Setiap kali dia bikin bete, maunya putus saja: Loe Gue End! Wah, hati-hati Sister, kamu harus bisa mengelola emosimu. Harus mampu mengontrol amarahmu. Sebab, jika kamu biarkan kemarahan itu mengendalikan dirimu, kerugianlah yang akan dialami.

Bisa saja terjadi, ketika emosi meledak-ledak kamu sampaikan ajakan putus. Maka menjauhlah satu peluang jodohmu. Padahal, sesungguhnya hati kecilmu tidak menghendaki hal itu. Maka, Kendalikanlah Emosimu, Kontrollah Amarahmu. Ingat, penyesalan selalu datang belakangan. Lantas, bagaimanakah cara paling efektif dalam mengendalikan emosi tersebut? Berikut Mayo Clinik Staff memberikan resepnya.

1. Berhitung Sampai dengan Bilangan 10
Saran ini bukan dialamatkan kepada adik kecilmu yang masih duduk di bangku TK. Sungguh, tips agak nyleneh ini buat kamu semata. Kata Mas Mayo, jika amarah mulai memuncak, tariklah nafas dalam-dalam lalu lakukan berhitung sampai dengan bilangan 10. Setelah itu, beristirahatlah sejenak.

2. Untuk Sementara Jauhi Dia
Jika yang menyebabkan emosimu memuncak itu cowokmu sendiri, maka untuk sementara waktu jauhilah dirinya. Cara ini ternyata sangat mujarab dalam mereduksi rasa frustasi dan kemarahan kamu. Disamping itu, dia pun akan terhindar dari benda-benda yang mungkin saja kamu lemparkan.

3. Silakan Ekspresikan Kemarahanmu Jika Sudah Merasa Tenang
Setelah merasa benar-benar tenang, boleh saja kamu ekspresikan kemarahanmu itu. Mungkin bisa ditumpahkan dengan cara menangis di dadanya, bergumam, dan sebagainya. Dengan catatan, ekspresi tersebut tidak konofrontatif sehingga tak akan menyakiti seseorang.

4. Berlari dan Teruslah Berlari
Saran berikutnya adalah melakukan gerakan-gerakan olah raga. Jika cowokmu telah membuatmu marah, daripada kamu datang menemuinya, lebih baik pasang kaos kaki lalu kenakan sepatu olah raga. Lakukanlah jogging sekalipun hanya di halaman rumah. Bisa juga kamu lakukan gerakan-gerakan peregangan. Konon katanya, aktivitas ini dapat merangsang cairan kimia di otak sehingga kamu merasa rileks; merasa lebih santai.

5. Berpikirlah sebelum Ngomong
Pepapatah mengatakan, Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna. Artinya, setiap tindakan atau perbuatan itu hendaknya dipikirkan dahulu baik-baik sebelum dikerjakan agar tidak timbul penyesalan di kemudian hari. Saat kepala panas, kebanyakan di antara kita sangat mudah untuk mengatakan sesuatu. Beberapa saat kemudian rasa sesal barulah datang. Oleh sebab itu, ambil beberapa saat berpikir sebelum berkata. Biarkan pula lawan bicara untuk melakukan hal yang sama sehingga kita dan dia sama-sama terhindar dari penyesalan kemudian.

6.  Langsung Atasi Saja Sumber Kemarahan Itu
Coba tanyakan kepada diri sendiri, apa sih yang telah membuat kita marah? Kalau yang menyebabkan kemarahan tersebut soal dia yang selalu telat datang ke rumah. Ya, ikhlaskan saja dia berbuat begitu. Memang sudah wataknya. memikirkannya tidak akan menyelesaikan sumber permasalahan.

7. Jauhkan Diri dari Rasa Dendam
Memaafkan adalah kunci ketentraman hidup kita. Oleh karena itu, jauhi rasa dendam kepada seseorang. Sifat negatif tersebut bisa mengundang datangnya berbagai penyakit; baik penyakit lahiriah maupun penyakit batiniah.

8. Lepaskan Ketegangan dengan Humor
Bacalah buku yang berisi kumpulan humor. Lupakan sejenak dirinya yang bikin bete. Tertawalah sepuas-puasnya. Dijamin syaraf-syarafmu yang tadinya tegang itu, pelan-pelan akan kendur dengan sendirinya.

9. Lakukan Relaksasi
Kamu bisa melaksanakan praktik relaksasi dengan latihan pernafasan. Bayangkan saja adegan atau peristiwa-peristiwa yang membuat pikiranmu tenang. Hirup nafas dalam-dalam. Lalu, keluarkan pelan-pelan. Katakan kepada dirimu sendiri bahwa Tuhan telah menyiapkan solusi atas segala kesulitan hidup yang kamu alami.

Ya, lakukan saja langkah-langkah tersebut ketika kamu marah pada cowokmu. Jangan tiru adegan-adegan sinetron yang menggambarkan seseorang melakukan kekerasan saat sedang menumpahkan kemarahannya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*