Jodohku Numpang Lewat di Facebook

Jodoh dan FacebookSebagai makhluk sosial, manusia galibnya membutuhkan teman atau kawan. Siapa sich yang bisa hidup menyendiri di dunia ini? Tak ada satu pun aktivitas manusia tanpa melibatkan orang lain. Rambut sudah panjang dan perlu segera dicukur, yang memotong rambut kita ya, orang lain. Kita pun tidak akan bisa makan kalau tidak ada orang lain yang menanam padi.

Apa jadinya kalau kita kebelet ke belakang saat jalan-jalan di mal, sementara di mal tersebut tidak ada toilet? Pusing, khan? Beruntung masih ada orang lain yang menyediakan toilet tersebut lengkap dengan petugas cleaning service-nya. So, apa alasanmu seandainya selama ini banyak menutup diri bagi kehadiran orang lain?

Bagaimana dalam urusan jodoh? Kehadiran jodoh selalu diawali dengan adanya kontak antara kita dengan orang lain. Kita beroleh jodoh karena hadir pada undangan pernikahan teman. Jodoh juga bisa muncul berkat kehadiran kita pada kegiatan reuni atau saat hadir pada pameran buku. Konklusinya, semakin banyak beraktivitas dan berinteraksi dengan orang lain, tingkat probabilitas untuk mendapatkan jodoh pun cukup tinggi.

Maka dari itu, selalu open mind-lah, Kawan. Dalam situasi apa pun marilah kita tidak berburuk sangka yang berlebihan terhadap seseorang. Jangan kerangkeng hatimu dalam sebuah penjara bernama rasa curiga berlebih. Terimalah kehadiran orang-orang yang mau berteman dengan kita. Mungkin mereka hadir melalui perantaraan saudara kita dan, mungkin juga, mereka datang melalui situs jejaring sosial bernama facebook.

Mohon untuk tidak terlalu nyinyir terhadap tingkah sebagian para facebooker yang sok eksis atau narsis. Jangan merasa terganggu juga dengan berita miring tentang maraknya perselingkuhan dengan perantaraan facebook. Setiap benda mesti memiliki dua sisi postif dan negatif. Benda apa pun. Mari kita pilih sisi positifnya dan buang jauh-jauh yang negatifnya.

Sekali lagi saya sampaikan, open mind-lah, Kawan. Siapa tahu jodoh kita saat ini sedang numpang lewat di facebook. Zara Zettira, penulis buku Catatan Si Boy, beroleh jodoh melalui perantaraan internet juga. Dan hingga saat ini rumah tangganya aman-aman saja. Jadi, jangan terlalu miring memandang kehadiran situs jejaring sosial semacam facebook ini.

Sebagaimana kita ketahui, di facebook juga muncul berbagai group yang mewadahi aktivitas komunitas tertentu: mulai dari penghobi motor gede, apresiator sastra, sampai dengan kumpulan alumnni taman kanak-kanak. Di sini juga ada group atau kelompok pria dan wanita lajang yang sedang mencari jodoh. Mengapa tidak kamu coba untuk masuk di dalamnya? Siapa tahu Tuhan telah menggariskan bahwa jodohmu sedang menunggu di facebook.

Ya, saya juga mengerti bahwa sikap waspada dan purbajaga tetap harus dinomorsatukan. Bila memang kawan facebookmu tampak serius mengajakmua ke jenjang pernikahan tetap harus kamu selidiki siapa sebenarnya dia.

Semoga facebook bisa menjadi perantara Tuhan akan kehadiran sang pangeran, jodohmu itu.

Kalau ternyata sang pangeran berhasil membawamu ke jenjang rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah, jangan malu untuk berkata: “Jodohku numpang lewat di facebook!”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*