Jangan Coba Bandingkan Dia dengan Lelaki Lain

Jangan Bandingkan Dia dengan Lelaki LainMohon maaf, kami sedang mengalami musibah. Nama baik institusi kami coreng moreng akibat ulah salah satu punggawanya. Sebagai juru bicara institusi, saya sedikit repot dengan datang dan perginya para wartawan ke ruangan kerja saya. Mereka meminta klarifikasi tentang ulah kriminal yang telah dilakukan anggota kami. Pertanyaan mereka benar-benar menggiring jawaban saya agar mengarah pada kesimpulan yang telah disiapkan oleh mereka. Tiga hari belakangan ini saya benar-benar lelah secara psikis.

Ya, anggota kami tewas ketika melakukan niat buruknya (Itulah berita yang saya baca di koran-koran daerah pagi itu). Jasadnya diliput puluhan awak media. Fotonya terpampang pada-portal-portal online. Ada apa dengan dirinya hingga melakukan tindakan memalukan tersebut? Kurangkah penghasilan yang diterimanya selama ini?

Ada satu hal yang menggelayuti pikiran saya sesaat setelah beritanya menyebar ke mana-mana. Mungkinkah dia melakukan semua itu akibat rengekan istrinya? Mungkinkah istrinya mulai membanding-banding harta yang dimilikinya dengan kekayaan para tetangga di kiri-kanannya? Semoga ini hanya sekedar firasat saya saja.

Ya, lelaki kadang gelap mata bila mendengar ocehan istrinya. Jiwa kelelakiannya tersinggung manakala dicap tidak mampu membahagiakan anak istrinya. Apalagi jika dibanding-bandingkan dengan lelaki lain.

Membanding-bandingkan dirinya dengan pria lain sama halnya dengan mengorek kelemahannya. Itu yang disimpulkan oleh Cheh Hoon, pengamat kehidupan berumah tangga. Harga dirinya akan sontak terbakar manakala kamu sebagai pasangannya menyebutkan bahwa dia tak ada apa-apanya dibandingkan dengan si fulan atau si anu. Dia merasa tidak dihormati.

Bila “hinaan” itu menimpa seorang lelaki yang kuat imannya, mungkin ia hanya mengucap istighfar lalu balik menasihatimu. Tapi bila ketersinggungan itu menimpa lelaki yang lemah imannya, maka ia akan berusaha mencari berbagai cara untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak kalah dengan yang lain. Bila yang disinggung atau dibandingkan itu mengenai kemampuan menafkahi, maka dengan mata gelap dia akan mencari berbagai jalan untuk menggali harta yang diminta oleh istrinya. Jalan yang paling kelam pun akan ditempuhnya.

Oleh sebab itu, saya meyakini bahwa penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di negeri ini, mulai dari tindakan kongkalikong sampai dengan tindakan korupsi, sebagian dipengaruhi oleh istri atau anggota keluarga lainnya. Penyelewengan anggaran negara bisa saja terjadi karena permintaan-permintaan tak senonoh para istri tersebut.

Berkompetisi dalam mengumpulkan harta, itu sah-sah saja. Tapi, jangan sampai melabrak batas-batas yang ditetapkan. Jangan biarkan suamimu kelak terjerumus ke jurang kehinaan karena kamu.

Kehidupan memang sulit berjalan tanpa disertai uang, tapi bukan berarti dalam mengumpulkan uang kita boleh melabrak aturan. Camkan itu semua mulai sekarang, ketika kamu masih dalam persiapan meniti jenjang pernikahan itu.

Semoga tragedi yang menimpa salah satu punggawa institusi kami menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Semoga keluarga kita dijauhkan dari tragedi dan bencana yang menyesakkan dada ini . Amien!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*