Haruskah Kau Serahkan Keperawananmu?

Virginity PledgeGombal! Saya katakan sekali lagi GOMBAL! Jika cowok yang selama ini mendekatimu tiba-tiba merayumu untuk menyerahkan keperawananmu sebagai bentuk kesetiaan kepadanya. Bagaimana mungkin dia bisa dikategorikan sebagai orang yang menyayangimu jika ujung-ujungnya malah memporakporandakan masa depanmu sendiri, Sister!

Sudahlah, jangan hiraukan manis mulutnya itu. Dia seekor ular berbisa. Lempar saja dia hingga jatuh di ujung dunia sana. Tak ada satu pun teori cinta yang menggariskan bahwa menyerahkan virginitas merupakan bukti cintamu. Akan tiba waktunya, nanti. Saat kamu sudah terikat paradigma pernikahan yang sah, di situlah kamu persembahkan harta paling berhargamu itu.

Hanya seorang durjana yang belum apa-apa sudah menuntutmu untuk menyerahkan kesucianmu. Catat kata-kata saya ini: SEHABIS DIA MEMPEROLEH KESUCIANMU, DIA AKAN HENGKANG BEGITU SAJA. Jangan sampai menimpamu, Sister!

Benarkah menyerahkan keperawanan merupakan lambang kemajuan, simbol modernisasi, dan mencitrakanmu sebagai anak gaul? Ah, kamu terlalu banyak dicekoki oleh tayangan murahan, Sister! Akibat terlalu banyak melihat tontonan yang tak memberi tuntunan itu, kamu meng-gebyah uyah seakan seluruh cewek di negeri antah berantah sana begitu mudah menyerahkan keperawanannya.

Keliru, Sister! Kamu benar-benar keliru kalau pendapatmu demikian. Yang kamu lihat itu sama sekali tidak mewakili keseluruhan. Tahukah kamu bahwa sebagian dari mereka masih mengagungkan makna virginity. Mereka menerapkan apa yang disebut dengan Virginity Pledge. Mereka jaga kesucian mereka hingga titik darah penghabisan, hingga memasuki jenjang pernikahan. Mereka menyadari bahwa terjaganya kesucian memiliki arti terjaganya harkat dan martabat mereka sendiri.

Dalam artikel berjudul Abstinence Until Marriage: The Best Message For Teens, Bridget Maher menjelaskan bahwa menjaga kesucian hingga nikah memberi manfaat yang luar biasa. Perempuan yang menjaga kesuciannya beroleh imbalan positif secara fisik dan emosional. Salah satu hasil yang paling jelas adalah terhindarnya memiliki anak di luar nikah. Selain terhindar dari risiko hamil di luar nikah, cewek yang menjaga kesuciannya juga terhindar dari risiko tertular penyakit menular seksual (PMS).

Lihatlah bagaimana rentannya cewek-cewek yang menjunjung tinggi faham kebebasan seksual. Menurut Bridget Maher selain menjadi berisiko terjangkit PMS, para pelaku seks pranikah cenderung mengalami ketakutan tentang kehamilan, penyesalan, rasa bersalah, menurunkan harga diri, takut komitmen, dan mengalami depresi berat.

Kamu memang sedang menghadapi ujian berat, Sister. Sekian tahun tak mendapatkan cinta dari seseorang. Tetapi, bukan berarti kamu dengan serta merta melepaskan kesucianmu begitu saja.

Bagaimana? Masihkah kamu terbuai dengan mulut manis si ular berbisa itu. Ah Jangan, ya?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*