Harapkan Burung Terbang Tinggi, Punai di Tangan Dilepaskan

Harapkan Burung Terbang Tinggi, Punai di Tangan DilepaskanSeringkali kamu berperilaku seperti peribahasa di atas. Dirimu sering berangan-angan mendapatkan jodoh yang jauh melebihi harapanmu sendiri, sementara si dia yang selama ini telah dekat dan begitu perhatian, kamu sia-siakan begitu saja.

Sebagai manusia normal, memang wajar berperilaku seperti itu. Namun, bila kamu selalu seperti itu, episode jodohmu akan selalu kandas di tengah jalan. Jadi, jangan karena banyak berharap pada seseorang yang belum pasti, lalu dirinya yang benar-benar mencintaimu kamu depak begitu saja.

Fokus dan Terus Fokuskan Perhatianmu kepada si Punai

Kau lakukan pilih-pilih tebu. Percayalah, itu tak akan ada habisnya. Tahu-tahu usiamu digerogoti waktu. Ketika sadar, semuanya telah terlambat. Jadi, tekuni saja cintamu yang telah terjalin dengan dirinya. Fokus dan terus fokuslah pada rencana masa depanmu bersama si dia. Jangan terus menengadah ke langit mengikuti rute terbangnya rajawali. Bisa-bisa kamu jatuh terperosok ke dalam lubang yang menganga di hadapanmu.

Rawat saja sebaik-baiknya cintamu dengan si punai itu. Kembangkan, luaskan, besarkan rasa sayangmu kepadanya dan lupakan cintamu pada seekor rajawali yang masih terbang tinggi nun jauh di atas sana.

Biarkan Rajawali Terbang Melintasimu

Kadang-kadang memang begitu. Ketika dia masih cuek-cuek saja kepada dirimu, dia begitu hebat di matamu. Lalu, seribu jurus kamu kerahkan; berusaha menarik perhatiannya agar dirinya hanya jatuh cinta kepadamu seorang. Tapi, begitu cintanya telah menghadap penuh padamu, ia berubah menjadi makhluk yang banyak lemahnya. Kok, jalannya tak seindah seorang peragawan. Duh, tampangnya tak sekeren Ariel Noah. Dia Cuma pekerja rendahan, bukan seorang boss yang banyak duitnya.

Sadarlah, Sister. Kalau kamu terjerumus pada situasi seperti itu, akhirnya penyesalanlah yang mengakhiri kisah asmaramu. Begitu merasa tidak diperhatikan, ia pun bisa hengkang lalu bertengger di lain hati. Hentikan memandang langit. Pandanglah punai di genggamanmu. Biarkan saja sang rajawali itu terbang melintas di atasmu.

Nyalakan Kembali Pelita Cintamu

Rajawali memang tetap akan menjadi rajawali, sementara punai pun akan tetap sebagai punai. Tapi tidak tertutup kemungkinan, punai di tanganmu itu berjiwa besar. Lebih baik beroleh seekor punai berjiwa besar daripada beroleh seekor rajawali bernyali kerdil.

Jadi, kalau saya boleh menyampaikan saran, bersegeralah memohon maaf kepadanya. Jujurlah mengakui segala kekhilafanmu. Lalu, berjanjilah di dalam hati untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Semaikan kembali benih-benih cinta di antaramu dan dirirnya. Nyalakan kembali pelita cintamu. Besarkan kembali api pelita asmaramu yang nyaris padam. Jangan lagi sia-siakan cintanya.

Tuhan selalu menyertai ke mana pun kalian melangkah. Berdoalah dan mohon perlindunganlah kepada-Nya agar diberi keselamatan dan kelancaran dalam melayarkan bahtera asmaramu dengan dirinya. Selamat mengisi lembaran baru kisah cintamu. Jangan sekali-kali kamu lepaskan punai yang sudah ada di tanganmu.

Comments are closed.