Duh, Calon Anak Tiriku!

Stepson-stepmotherTuhan telah mempertemukanmu dengan seseorang yang selama ini kamu idam-idamkan. Orangnya kalem, penuh pengertian, dan sangat peduli terhadap kedua orang tuamu. Satu saja kekurangannya. Dia seorang lelaki yang sudah dua tahun ditinggal mati isterinya. Selama dua tahun itu dia hanya hidup berdua dengan anak semata wayangnya.

Peristiwa ini tengah kamu alami. Kamu merasa bimbang dengan keputusanmu sendiri. Mungkin juga kamu dihantui oleh perasaan dan bayangan yang bermacam ragam. Terimakah lamarannya? Melihat sikap dan kepripadiannya memang tidak ada celanya. Tapi, anaknya itu lho! Kamu bayangkan betapa beratnya mengurus balita yang makan, minumnya masih harus disuapi dan masih sering pipis di celana ini.

Ya, betul. Bagi kamu yang belum pernah berpengalaman mengurus anak kecil, tentu ini merupakan kendala. Yang lain, selesai akad nikah mungkin bisa ber-honeymoon ke mana pun mereka suka. Sementara kamu tidak bisa bebas bergerak karena selesai acara pernikahan kamu sudah dihadapkan dengan kewajiban mengurus anak dari suamimu itu.

Berbicara mengenai pengalaman, jangankan memomong balita, melahirkan pun kamu belum pernah. Tentu, ini merupakan pengalaman yang sangat baru bahkan cenderung ribet. Tetapi perlu saya katakan bahwa kendala yang kamu hadapi tertutupi dengan kebaikan calon suamimu itu. Jadi, kalau boleh saya menyarankan, kuatkan saja keberanianmu untuk menerima pinangannya.

Soal kamu yang belum pernah mengurus anak, saya kira, semua perempuan yang belum pernah menikah pada dasarnya memiliki pengalaman yang sama. Tak ada satu pun lembaga pendidikan yang mengajarkan tata cara mengurus anak. Sekolah berumah tangga ya berlangsung pada saat rumah tangga itu dimulai. Jadi, jalani saja dengan penuh keikhlasan. Lebih-lebih anak yang ditinggal itu seorang anak piatu yang begitu lama tidak menikmati belaian kasih sayang ibu. Agama apa pun sangat mengedepankan kasih sayang terhadap seorang anak yatim maupun anak piatu. Insya Allah kamu akan beroleh pahala dunia maupun akhirat.

Soal ujian atau godaan si anak, tentunya harus sudah mulai dipikirkan sejak sekarang. Jangan terlalu berharap bahwa anak suamimu itu akan selalu bersikap manis di hadapanmu. Tapi, di situlah letak ujiannya. Kalau kamu mampu bertahan artinya kamu akan memperoleh segala kebaikan suamimu tapi jika kamu tidak tahan dengan ujian ini artinya kamu harus rela melepas suamimu plus segala kebaikannya itu.

Nah, bagaimana? Siapkah kamu menerima pinangan pangeranmu malam ini?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*