Berpikirlah Dua Kali Sebelum Nikah Siri

Nikah SiriKamu sudah kebelet sayang sama si dia. Pokoknya dia nomor wahid dalam segalanya. Pokoknya cintanya tak kan tergantikan. Namun sayang, begitu dihadapkan kepada orangtuamu, keduanya tidak menyetujui kamu menikah dengan yayang-mu itu.

Wah, kalau begitu kawin lari saja. Bukankah bisa melaksanakan kawin siri? Wali khan tidak harus ayah kandung, bisa saja minta tolong yang lain untuk menggantikan ayah sebagai wali yang sah. Eit, tunggu dulu. Sebelum kamu terlanjur basah melaksanakan nikah atau kawin siri, coba baca dulu uraian Ahmad Sarwat, LC berikut ini.

Nikah siri adalah nikah yang sesuai dengan hukum akad nikah syariah dan dihalalkan agama tetapi tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA). Sekalipun nikah siri ini beresensi halal, tetapi kalau kita melihat sisi hukum positif birokrasi negara, nikah siri tampak bertabur kemadaratan. Penyebabnya, antara lain, karena tidak ada surat nikah, sehingga jika pernikahan itu telah membuahkan anak, akan timbul problem dalam pengurusan akte kehariannya.

Nikah siri dalam versi lain secara hukum Islam memang diharamkan jika tidak memenuhi kaidah hukum fiqih. Yang dimaksud dengan tidak memenuhi kaidah hukum fiqih di sini adalah nikah tanpa wali yang sah, artinya yang jadi wali secara hukum Islam memang bukan orang yang sah menjadi wali.

Hal ini sering terjadi pada pasangan yang tidak mendapat persetujuan dari pihak keluarga atau orang tua. Karena sudah terlanjur saling jatuh cinta, akhirnya mereka nekat untuk kawin siri.

Biasanya memang ada saja oknum yang mau mengaturnya, tentu dengan bayaran tertentu. Bahkan akad nikah itu sampai bisa mendapat surat dari pihak yang dianggap berwenang. Tetapi kita tidak tahu apakah surat itu sah atau palsu.

Ahmad Sarwat lebih lanjut menegaskan bahwa nikah seperti ini secara Islam hukumnya sah asalkan dilakukan oleh wali yang sah seperti ayah kandung, atau orang yang ditunjuk oleh sang ayah menjadi wakil dirinya. Jika ayah kandung si gadis kukuh pada pendiriannya dengan tetap tidak memberi izin atau tidak menunjuk siapa yang menjadi wakilnya, maka akad nikah itu dinyatakan tidak sah.

Kedudukan ayah kandung dalam masalah akad nikah itu sangat kuat. Posisinya adalah wali mujbir. Kecuali pihak negara yang mengambil alih, maka posisi ayah kandung itu sama sekali tidak tergoyahkan.

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Irma Devita. Konselor pernikahan ini menjelaskan bahwasannya nikah siri lebih banyak membawa dampak negatif dibanding dampak positifnya. Dampak negatif yang dimaksud antara lain:
1. Sebagai seorang istri kamu tidak dapat menuntut suami untuk memberikan nafkah baik lahir maupun batin.
2. Untuk hubungan keperdataan maupun tanggung jawab sebagai seorang suami sekaligus ayah terhadap anakpun tidak ada. “seperti nasib anak hasil dari pernikahan yang dianggap nikah siri itu, akan terkatung-katung.Tidak bisa sekolah karena tidak punya akta kelahiran. Sedangkan, semua sekolah saat ini mensyaratkan akta kelahiran,”
3. Dalam hal pewarisan, anak-anak yang lahir dari pernikahan siri maupun isteri yang dinikahi secara siri, akan sulit untuk menuntut haknya, karena tidak ada bukti yang menunjang tentang adanya hubungan hukum antara anak tersebut dengan bapaknya atau antara isteri siri dengan suaminya tersebut.

Setelah membaca pendapat dua pakar tadi, apakah kamu masih tetap dengan pendirianmu? Ingin lari lalu melakukan nikah siri? Pikir-pikir dulu, dah. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Jangan sampai kamu terjerat masalah yang berkepanjangan.

Memang benar, Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengabulkan sebagian permohonan uji materi terhadap UU Perkawinan, yang memutuskan anak diluar perkawinan juga menjadi tanggung jawab bapaknya, bukan hanya ibunya.

Mahkamah Konstitusi telah memutuskan anak diluar perkawinan memiliki hubungan perdata dengan ayahnya, selain dengan ibu dan keluarga ibunya. Tetapi sekali lagi saya garis bawahi bahwa pada dasarnya kandungan kemadaratan nikah siri jauh lebih banyak daripada dampak positifnya bagi pihak perempuan.

Berkaitan dengan hal ini Irma Devita mewanti-wanti kepada kaumnya yang akan ataupun belum melakukan nikah siri sebaiknya berpikir dahulu karena akan merugikan diri kita sendiri. Bagaiamanapun suatu perkawinan akan lebih sempurna jika dilegalkan secara hukum agama dan hukum Negara.

14 Comments

  1. suami yang nikah siri sangat menyakitkan hati istri dan anak-anaknya, apa lagi sampai anak dan istri syahnya menjadi sengsara karena sang ayah/sang suami hanya memikirkan perempuan yang dinikahi siri, apalagi istri syahnya yang tadinya tidak pernah marah menjadi sering marah dan sampai mau mengucap kata- kata jorok yang sebelumya tidak pernah tarucap sebelum mengetahuinya saking hati yang sangat sakit, semoga pemerintah juga ikut merasa prihatin dengan kondisi para keluarga yang menderita karena seorang imam keluarga yang seharusnya menjadi panutan malah menyakiti keluarganya, semoga saja pemerintah bisa melarang abanya nikah siri yang sebenarnya nikah siri sangat merugikan keluarga, kebanyakan perempuan yang dinikahi siri malah merasa happy-happy saja yang penting dipenuhi kebutuhannya

    • setuju. untuk para suami yang mencari pembenaran nikah siri itu mulia karena menghindari zina, itu sangat TOLOL. Suami seperti ini cerminan laki2 yang tidak bisa memanagement syahwatnya!

    • siapa bilang menjadi wanita ke 2 bisa happy-happy aja…malah menyakitkan.
      tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan suami..selalu dirahasiakan keberadaannya.dll….intinya mau jadi istri pertama atau kedua atau ketiga sama saja….kita perempuan hatinya setap saat dibuat curiga dan cemburu.sedangkan suami aman- aman saja berdiri diatas 2 perahu….jadi ya diterima aja….

  2. mery mechyana velly says:

    Saya ingin sekali pemerintah melarang org2 yg melakukan nikah siri.. Karena menurut saya itu malah membuat leluasa para kaum pria,, saya setuju tentang adanya undang2 perjinahan yg baru.. Tolong berantas lagi pernikahan siri.

  3. hanyA ALLAH YG TAU says:

    daripada zinah

    • lebih baik mencegak berzina n mencegah tdk menihak lagi. Selagi istri masih bisa melayani dengan benar.
      Setuju banget dngan pendapat “kalu masih ada yg tersakiti ttp jatuhnya DOSA juga … ”

      BERSYUKUR dngn jodoh yg di berikan..
      karena manusia d ciptakan cuma satu pasang bukan 1 untuk 2,3, atau 4..
      PAKAILAH PERASAAN SEBELUM MEMAKAI OTAK UNTUK HAL YG G BAIK…

  4. mery mechyana velly says:

    Kalo misalkan ada yg tersakiti ??? Ttp aja jadi dosa…

  5. Kalo cuma mempererat hubungan aja gimana?? Tapi kalo sudah cocok benar dengan keluarga baru nikah beneran gimana?

  6. Hamba Allah says:

    Assalamuallaikum Wr. Wb,

    Saya ambil kesimpulan pernikahan siri itu dari sisi hukum syariah yang positif terkait dengan sunnah Rasulullah, bs diambil kesimpulan negara Indonesia berlandaskan hukum karena banyak orang di Indonesia belum bisa menjaga amanah. Coba kita tengok di zaman Rasulullah saw, Rasulullah menikah syah secara agama atau dengan kata lain menurut orang Indonesia sama halnya seperti nikah siri. Sekarang, kalau pernikahan siri itu dilakukan dengan tujuan untuk memperkokoh pondasi kita dalam berumah tangga. Dengan kata lain, untuk saksi di hadiri oleh orang tua dari ke dua pihak dan bertujuan bukan untuk polygami tapi karena lillahita’alla. Untuk menghindari kemudharatan dan kemaksiatan. Selain itu, jarak antara pernikahan siri dengan akad nikah yg sah secara hukum tidak lebih dari 3 bulan, apakah pernikahan siri itu masih dipandang sebagai suatu hal yang negatif?

    • Kalo emang niatnya baik begitu kenapa pake nikah siri? Nikah resmi aja sekalian. Nikah siri itu memang dari awal tidak diawali niat baik. Kalau emang tidak ada apa2, kenapa juga nggak mau ke catatan sipil?

  7. salam

    ada yg ingin saya tanyakan, bagaimana dengan pernikah siri dengan wanita yang sudah menjada karena di ceraikan secara agama, dan bagaimana dengan wali apakah bisa menggunakan wali lain selain keluarga di karena bapak sudah meninggal…

    mohon sekiranya info yang bermanfaat

    terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>