Awas Serangan Flu Cinta, Waspadalah!

Love ColdRosalina Verauli seorang psikolog yang banyak menangani masalah percintaan dan pengembangan diri berkata bahwa penyakit flu cinta bisa saja menjangkiti setiap pasangan. Gejala yang dirasakan oleh para penderitanya, antara lain, merasa hubungan dengan pasangan mulai hambar; sering bertengkar dan saling menghindar; tak lagi saling bicara apalagi tertawa bersama; dan ujung-ujungnya adalah terbitnya keputusan untuk tak lagi bersedia menjalin cinta.

Apakah kamu mulai merasakan gejala tersebut setelah sekian lama ditembak, diapeli, bahkan diajaknya makan bakso di warung kampung sebelah? Hati-hati. Saya katakan sekali lagi hati-hati, Sister. Kamu sudah mulai terjangkiti flu cinta alias love cold.

Cinta memang bisa indah dalam segala hal. Duduk berduaan di atas jok sepeda motor sambil menerawang pemandangan dari sebuah jembatan penyeberangan, kok rasanya seperti sedang tamasya di Menara Eiffel. Menyaksikan si dia menggiring bola pada pertandingan sepak bola antarkampung, kok rasanya seperti sedang menyaksikan Christiano Ronaldo tandang di Stadion Nou Camp Barcelona melawan Messi dan kawan-kawan. Pendeknya apa pun yang kita saksikan tentang dia tak ada satu pun yang tidak menarik perhatian kita. Sesuatu yang mestinya menjemukan berubah menjadi sangat-sangat menyenangkan karena adanya kekuatan cinta.

Mengapa tiba-tiba kita diserang flu cinta? Rosalina  menjelaskan lebih jauh bahwa seiring dengan berjalannya waktu, hubungan mengalami perubahan. Dan perubahan itu terjadi manakala kita sudah saling merasa dekat. Kedekatan membuat kita saling terbuka dan saling menemukan kelemahan kita masing-masing. Itulah yang menjadi pangkal penyebab serangan wabah flu cinta.

Ya, seindah-indahnya burung dalam genggaman, masih indah burung yang sedang mengepakkan sayapnya nun jauh di angkasa sana.  Dulu setengah mati kamu berjuang untuk mendapatkan dia. Tak ada bukit terjal yang tidak didaki dan tak ada jurang dalam yang tak dituruni demi mendapatkan rasa simpatinya. Begitu semuanya sudah didapat, kamu terjebak dalam rasa penyesalan yang paling dalam. Partner cintamu sama sekali tidak mampu memenuhi kebutuhan cintamu. Harapan dan kenyataan sungguh bertolak belakang.

Lantas apa obatnya? Salah satu resepnya adalah Saling Bicara.  Persoalanya, seberapa jauh rasa percayamu terhadap pasangan? Tahukah kamu bahwa komunikasi akan tumbuh kembali bila trust bin rasa saling percaya di antara kalian juga mengalami pertumbuhan serupa.

Berikutnya adalah sikap loyalitas. Loyalitas menunjukkan bahwa kalian berdua harus saling setia dan lebih mengutamakan kepentingan berdua di atas kepentingan masing-masing.

Terakhir, memilih talking daripada saying. Saat talking kita berbicara berdua dan saling memperhatian apa yang menjadi isi pembicaraan dan hanya berfokus pada kepentingan berdua. Tinggalkan jauh-jauh aktivitas saying-mu karena pada saat saying kamu hanya berfokus pada isi pembicaraan dirimu sendiri.

Itulah sedikit resep mengatasi flu cinta. Tentunya sangat tidak paripurna. Semoga ke depan saya bisa menguraikan lebih lanjut mengenai resep jitu Rosalina Verauli ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>