6 Prilaku yang Harus Dihindari Para Istri

Istri Salihah

Istri Salihah (http://ayumie-11.blogspot.com)

Dalam sebuah pertemuan di lapangan desa, sang kepala desa meminta kepada seluruh warganya yang takut istri untuk memisahkan diri dengan cara berkumpul di sebelah kanan lapangan tersebut. Ternyata, seluruh pria yang berkumpul di tempat itu mengikuti perintah sang kepala desa. Mereka semuanya berkumpul di sebelah kanan lapangan, kecuali satu orang yang tetap bertahan tidak berpindah tempat.

“Berarti hanya satu orang saja dari wargaku yang tidak takut kepada istrinya…. hebat sekali dia!” pikir sang kepala desa.

“Hebat, kamu luar biasa. Kamulah satu-satunya di kampung ini yang tak takut sama sekali terhadap istrimu,”puji Pak Kades.

Tak lama kemudian, si suami pemberani ini berdiri, lalu berujar: “Maaf Pak Kades, saya tetap bertahan di sini karena disuruh oleh istri saya untuk tidak ikut-ikutan pindah tempat seperti para suami lainnya!”

Itulah cerita yang saya dapatkan dari Kang Ibing beberapa waktu sebelum pelawak kenamaan Kota Kembang ini pergi menghadap ke haribaan-Nya. Lucu memang, banyak di antara para lelaki yang kehidupannya berada di bawah kendali istrinya. Peran istri begitu dominan sehingga memudarkan peran pemimpin yang mestinya disandang oleh suaminya selaku kepala rumah tangga.

Para istri yang membuat suaminya hidup tak berdaya, saya sangsikan akan termasuk kategori istri yang salihah. Praktik kehidupan sehari-hari para istri tak salihah tak akan lepas dari 6 prilaku berikut:

1. Al-Anaanah: Tak pernah menghargai pemberian suami serta menentang semua aturan yang ditetapkannya.
2. Al-Manaanah: Sekali suami melakukan kesalahan, maka seumur hidup akan terus mengungkit kesalahan tersebut.
3. Al-Hunaanah: Selalu merasa bahwa suaminya lebih loyo dibandingkan suami orang lain.
4. Al-Hudaaqah: Melakukan intimidasi kepada suaminya agar segala keinginannya dapat terpenuhi.
5. Al-Hulaaqah: Sibuk bersolek, melalaikan ibadah, serta mengabaikan kewajiban terhadap suami dan anak-anaknya.
6. As-Salaaqah: Sibuk bergosip ke sana ke mari. Berangkat pagi pulang petang sekedar untuk bergibah dari satu tetangga ke tetangga lainnya.

Para jomblowati yang tengah menanti kehadiran sang jodoh, harus sudah mulai membekali diri dengan prilaku akhlaqul karimah mulai saat ini dan mulai menjauhi sikap negetif di atas. Kelak bila telah bersuami, berusahalah agar menjadi seorang istri salihah.

Istri salihah tentu akan berusaha agar terampil dalam mengatur urusan rumah tangganya. Ia akan berupaya agar dapat membelanjakan harta dengan sebaik-baiknya, serta berakhlaqul karimah. Dan yang tak kalah penting, seorang istri salihah akan selalu menghormati perasaan suaminya, serta mensyukuri kebaikan suaminya.

Para ukhti yang budiman, jika kelak telah berumah tangga, tetapkan hati untuk selalu menghormati perasaan suami. Sikap terpuji ini amat berperan terhadap lahirnya anak-anak yang salih. Dan anak-anak yang salih/salihah kelak akan menjadi penerang bagi kehidupanmu di dunia maupun di akhirat.

3 Comments

  1. Novita sari says:

    Smoga bisa dijlnkan.. Kelak jdi istri.. 🙂 brhrap bisa jdi istri Ÿª♌g baik dan ∂ϊ sayang suami dan keluarga

  2. aneesa wahab says:

    Sdah berusaha jd istri yg baik,tnpa mlakukan hal2 di atas juga,tp suami masih berbagi hati dg perempuan lain

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*