Welcome to Terra Incognita

Welcome to Terra IncognitaPagi yang tenang tiba-tiba dikejutkan oleh ketukan keras pada daun pintu ruangan kerja saya. Setelah dipersilakan masuk, si “pengganggu” ketenangan itu masuk sambil membungkukkan tubuhnya dengan takzim.

Ada apa gerangan? Tidak seperti biasanya.  Anggota yang satu ini biasanya membuat ceria suasana dengan banyolan-banyolan segarnya . Tapi, pagi ini ia menekuk wajahnya dalam-dalam. Tiba-tiba bermuram durja.

“Maaf Bapak, kalau boleh usul, dalam pertemuan ibu-ibu mendatang mohon disampaikan agar mereka tidak lagi memakai facebook-nya!”

Lakadalah, tak ada hujan dan tak ada angin, ujug-ujug pagi ini saya menerima saran seperti itu. Pasti ada peristiwa tragis yang melatarbelakangi usulan ini.

“Ada apa, Mas, kok kadingaren Sampeyan mengajukan usul nyleneh seperti itu. Terus terang aku gak wani, Mas. Nanti kena damprat si Mark, sing bahurekso facebook,” terang saya setengah bercanda.

Maka berceritalah si anggota itu tentang tingkah istrinya yang menjalin persahabatan dengan seorang brondong.

“Sakit sekali hati ini, Bapak, punya istri dirayu-rayu oleh lelaki lain di facebook. Sekalipun saya tahu itu sekedar bercanda, tapi saya sebagai suami sahnya tidak terima dengan perlakuan itu,” lanjutnya sambil mengusap air matanya yang tiba-tiba mengalir membasahi pipinya.

Twitter, facebook, atau apalah itu namanya, kata Pepih Nugraha sahabat saya, memang masuk dalam zona terra incognita, tanah tidak bertuan. Namun begitu, bukan berarti kita boleh seenak perut kita melanggar tatakrama dan kesopanan yang biasa kita junjung dalam pergaulan di dunia nyata.

Jika batasan-batasan itu dilanggar, maka akan muncul orang-orang yang tersakiti. Seperti halnya anggota saya.

Masih mending kalau persoalan tersebut hanya sebatas diselesaikan di bawah tangan. Seandainya kemudian dibawa ke ranah hukum, kita bisa senasib dengan admin akun twitter @triomacan2000 dan @benhan. Bisa juga tiba-tiba kita kehilangan pekerjaan seperti yang dirasakan oleh Justine Sacco, seorang direktur komunikasi di perusahaan mentereng, Interactive Corp (IAC),

Jadi, mulai hari ini, saat bergaul di sosial media, mari kita perhatikan etika.

One Comment

  1. Muezza poetry dania says:

    Terus apa hubungan dngn puasa tanggal lahir.?

Tinggalkan Balasan ke Muezza poetry dania Cancel

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*