Tiket Jodoh dan Kereta Api

Tiket Jodoh dan Kereta ApiAdakah hubungan erat antara jodoh dengan kereta api? Entahlah!  Meskipun demikian, beberapa waktu lalu  hubungan di antara keduanya tampak membayang dalam pelupuk mata saya. Ya, saya sedang terpisahkan oleh jarak dengan keluarga. Saya mencari nafkah di Jakarta, sementara keluarga tinggal di Surabaya. Seminggu sekali saya pulang ke Surabaya dengan menggunakan jasa angkutan kereta api. Harga tiket moda transportasi yang sedang naik daun ini memang sangat variatif, mulai dari Rp50.000 untuk KA Ekonomi Kertajaya hingga Rp500.000 untuk KA Eksekutif  sekelas Argobromo Anggrek.

Para pekerja rendahan seperti saya yang terpisahkan dengan keluarganya karena urusan pekerjaan, tentu banyak yang memburu tiket yang paling murah. Bayangkan seandainya seminggu sekali harus naik KA eksekutif, mana cukuplah gaji sebulan buat nutupi ongkos pulang pergi Jakarta-Surabaya. Reformasi manajemen yang dilakukan PT KAI telah membuat pengguna jasa kereta api nyaman bepergian dengan moda transportasi ini. Namun di sisi lain, bagi sebagian pelanggan akan timbul masalah jika membelinya secara mendadak. Kebijakan terbaru PT KAI memperkenankan calon penumpangh untuk memesan tiket 3 bulan sebelum keberangkatan. Itulah salah satu penyebab sulitnya mendapatkan tiket jika kita membelinya secara dadakan.

Pernah sekali waktu dengan terpaksa saya harus membeli tiket kelas ekonomi dengan harga 300.000 rupiah. Tiket yang dimaksud adalah untuk KA Gumarang. Padahal, sebenarnya harga tiket eksekutif (J) untuk kereta yang sama dapat diperoleh dengan hanya mengeluarkan uang Rp270.000 saja. Jelas jauh beda antara layanan kelas eksekutif dengan kelas ekonomi sekalipun kedua-duanya berpendingin udara. Penyebabnya, itu tadi, karena saya tidak merancang jauh-jauh hari rencana perjalanan saya ke Surabaya.

Saya rasa, untuk mendapatkan selembar tiket jodoh pun situasinya tidak akan jauh beda dengan mendapatkan tiket kereta api. Jika kita tidak merancang jauh-jauh hari rencana perjalanan kita dalam membina rumah tangga, pengalaman yang didapat pun akan tidak jauh beda seperti yang saya rasakan saat mendapatkan tiket kereta ekonomi seharga 300 ribu rupiah tadi. Mahal tapi fasilitas yang didapat tidak setara dengan ongkos yang kita keluarkan. Sebaliknya, jika rancangan mempertautkan hati dengan pasangan masa depan kita dipersiapkan dengan baik, tidak serba mendadak, maka jerih payah yang telah kita perbuat akan berbanding lurus dengan kualitas keberhasilan yang kita peroleh. Ini bukan merupakan hasil dari sebuah penilitian, tapi tidak ada salahnya jika Anda, wahai para pencari jodoh, mulai mempraktikkannya sejak sekarang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*