Tak Perlu Malu dengan Masa Lalu Kita

Tak perlu Malu Dengan Masa Lalu KitaSetiap orang hidup dengan masa lalunya masing-masing. Ada yang cerah,  tapi tak sedikit pula yang buram. Tak perlu risau jika kita meninggalkan masa lalu yang kelam. Insya Allah, orang tidak begitu peduli dengan masa lalu tersebut selama kita menunjukkan itikad baik: bertobat dan terus berupaya memperbaiki diri.

Saya akan bercerita tentang teman SMA saya. Dulu, tak ada tindak maksiat tanpa kehadiran dirinya. Hidupnya lekat dengan minuman keras, narkoba, pornografi. Semua kemaksiatan nyaris dijalaninya tanpa jeda sama sekali.

Bertahun-tahun kami tidak bertemu. Hingga pada suatu hari, dalam sebuah pengajian yang saya ikuti saya berkenalan dengan seorang ustad yang menjadi nara sumber pengajian tersebut. Siapakah ustad yang membawakan ceramah dalam pengajian tersebut? Tak lain dan tak bukan adalah sahabat SMA saya itu.

Di wilayah Bandung Timur dia membuka sebuah pesantren lumayan luas dengan ribuan santrinya. Kami, teman-teman SMA-nya, tak ada yang menyangka dia akan berubah sedrastis itu. Begitulah cara Allah SWT dalam menurunkan hidayah-Nya. Tak ada satu zat pun yang mampu menghalangi kehendak-Nya.

Saya perhatikan teman saya yang satu ini sama sekali tidak terusik dengan masa lalunya itu. Kami pun tak pernah mengidentikkan dirinya dengan masa-masa gelapnya tersebut.

So, jika kita memiliki latar belakang masa silam yang kelam, mengapa mesti malu. Percayalah, selama kita menunjukkan perubahan positif dari waktu ke waktu, orang-orang dekat di sekeliling kita tidak akan mempermasalahkannya.

Tak ada korelasi sama sekali antara sulitnya jodoh dengan masa lalu kita. Insya Allah, rasa empati dan simpati akan jatuh ke dalam diri kita selama kita istiqamah menjaga sikap positif kita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*