Someone Like You

Somone Like You

Foto: Kiriman Kawan Satu Kapal, Kang Kuwadi

Postingan ini saya tulis dalam kondisi terapung-apung di atas kapal perang. Ya, kami sedang terlibat dalam latihan perang. Laut Jawa, Perairan Masalembo, dan Laut Sulawesi telah kami lewati. Kami sedang berada di Selat Makassar, lebih tepatnya di perairan Sangatta, Kalimantan Timur.

Jumlah pasukan marinir yang berjubel di kapal perang sungguh tidak sebanding dengan debit air yang tersedia. Sehingga, wajarlah jika bau badan kami sedemikan “wanginya” karena telah beberapa hari tidak mandi. Situasi ini saya akui telah membuat saya agak senewen. Sehingga, begitu jalannya latihan telah dinyatakan selesai, kami merasa lega dibuatnya.

Pasukan Marinir tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dengan menghibur diri. Rupanya dari Surabaya mereka membawa peralatan band lumayan lengkap. Pertunjukan pun dimulai. Maka mengalunlah lagu Someone Like You. Lagu yang dipopulerkan oleh Adele ini mengisi tiap ruang di kapal perang itu. Begitu juga dalam relung hati kami.

Someone Like You bercerita tentang seseorang yang ditinggal kawin mantannya. Dia begitu terkenang pada mantannya itu sekaligus, barangkali, menyesali dirinya sebab tidak jadi berjodoh dengannya.  Saya juga tahu bahwa kamu pernah mengalami perihnya peristiwa ini. Apakah di kemudian hari setelah bertemu penggantinya, lantas kamu menganggap dirinya sebagai pengganti cintamu yang telah raib itu? Kamu pun memperlakukan dirinya sebagai tiruan alias epigon mantanmu itu? Dia kamu jadikan sebagai perantara untuk menghadirkan kembali cintamu? Kamu sekedar mencintai jasadnya, karena cintamu seratus persen masih tertinggal di belakang; berada di balik kisah masa lalumu dengan sang mantan?

Jika perlakuan itu kebetulan menimpamu, bisa dibayangkan bagaimana tercabik-cabiknya perasaanmu. Oleh karena itu, coba kamu tata kembali cintamu itu. Jangan kamu biarkan hal ini terus berjalan dalam kondisi berlarut-larut. Terimalah dia sebagai pribadi yang utuh; bukan sebagai jiwa raga pengganti si dia yang telah ditelan masa lalumu. Jika kamu tidak mampu melakukan semua itu, lebih baik tinggalkan saja dirinya. Sampaikan bahwa selama ini kamu telah menipu dirimu juga dirinya; telah meperlakukannya sebagai ban cadangan.

Jika niat baikmu masih membersit, segera terimalah dia sepenuh hati. Bertobatlah! Lupakan semua kenangan usang itu. Walau bagaimana pun, dia bukanlah masa lalumu.

Bukalah lembaran baru. Jangan lagi kamu kotori lembaran kosong ini dengan episode-episode yang telah lewat. Tak ada tempat buat bernostalgia di sini. Harap dicatat! Sekali lagi harap dicatat!

 

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*