Gendeng, Pria India Ini Menggembok Alat Kelamin Istrinya!

Seorang Pria India Menggembok Alat Kelamin Istrinya“Gendeng, Uedhan, Biadab!” itulah ucapan spontan yang meluncur dari mulut saya saat membaca berita nyleneh itu. Bagaimana mungkin seorang suami tega menggembok alat kelamin istrinya hanya dikarenakan takut istrinya itu berselingkuh ketika ditinggalkannya bekerja.

Memang dalam silsilah garis keturunan si pria pemabuk itu tercatat beberapa kali tindak perselingkuhan yang dilakukan oleh sudara-saudara perempuannya. Khawatir laku serong itu bakal dilakukan oleh istrinya, maka lelaki gendeng itu pun kemudian melakukan tindakan di luar nalar tersebut. Seperti apakah bentuk gembok yang digunakan pria uedan ini? Baca sendiri info lengkapnya di sini.

Lantas di mana si pemabuk itu meletakkan akal sehatnya? Di dengkulkah? Apakah dia tidak membayangkan jika anak kunci gembok tersebut hilang sementara hasrat biologisnya memanggil-manggil. Terus bagaimana untuk membuat kunci duplikat yang hilang itu. Kan gak mungkin mengajak serta si istri ke tukang kunci sekedar untuk memilih anak kunci yang pas dengan gembok tersebut.

Kawan, kesetiaan tidak bisa dipaksakan dengan cara melakukan tindakan tidak beradab seperti yang dilakukan mekanik pemabuk itu. Meskipun alat kelamin itu dilas dengan menggunakan bahan logam paling kuat sekalipun, perselingkuhan bisa saja terjadi jika niat dasarnya sudah kuat.

Apa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia? Ia akan melakukan berbagai cara untuk melepas belenggu atau merobohkan benteng sekuat apa pun demi menyalurkan hasrat liar syahwatnya.

Gembok sejati untuk mencegah perselingkuhan hanya ada dalam hati masing-masing pasangan. Sekencang apa pun angin surga yang ditiupkan oleh seseorang yang mengajaknya berbuat serong, gembok kesetiaan itu tak akan pernah terbuka.

Ayat-ayat suci tidak akan berfungsi sebagai pencegah laku selingkuh selama firman Tuhan itu tidak tercatat di dalam hati. Sekeras apa pun ayat tersebut diucapkan oleh lisan kita, pengaruhnya tidak akan terasa selama tidak benar-benar dihayati di dalam sanubari. Kesetiaan bukan sekedar kata-kata, melainkan niat yang tulus yang hanya kita dengan Tuhan saja yang mengetahuinya. Ibadah pun tak akan berpengaruh besar selama yang kita lakukan hanya sekedar ritual bukan menegakkan ibadah itu sendiri.

Saya kira hanya niat suci untuk berlaku setia terhadap pasangan disertai upaya menjauhi perbuatan seronglah yang bisa menjadi resep ampuh untuk mencegah terjadinya perselingkuhan. Menggembok alat kelamin pasangan, lebih-lebih menggembok alat kelamin sendiri, bukanlah solusi yang disarankan. Jadi, jangan dicoba sendiri. Apalagi jika itu dipraktikkan di luar pengawasan seorang ahli kunci.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*