Penumpang Sebelah Menarik Hati; Apa yang Mesti Kita Lakukan?

Salah Satu Cara Mengakhiri Masa MenjombloDalam sebuah cerita pendek, kalau tidak salah penulisnya Seno Gumira Ajidarma, dikisahkan seorang pemuda lajang duduk bersebelahan dalam bis kota dengan seorang gadis yang sungguh menarik hatinya. Selama perjalanan tersebut hasrat si pemuda untuk berkenalan dengan gadis itu sangatlah besar. Namun apa daya, keberaniaannya tidak muncul-muncul jua hingga sang gadis turun di tempat tujuan akhir perjalanannya.

Si pemuda itu sangat menyesali kebodohannya. Mengapa sepanjang perjalanan tersebut tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Seandainya dalam pertemuan singkat tersebut telah terjadi kontak komunikasi, kemungkinan esok atau lusa ia bisa mengakhiri masa jomblonya.

Pada umumnya kita, sebagai lelaki, memiliki pengalaman yang hampir sama dengan si pemuda itu. Di setiap sudut kota, apakah itu di mal, ruang tunggu bandara, cafe, stasiun kereta api, pokoknya di mana saja kita senantiasa bersentuhan dengan pengalaman bertemu dengan seorang perempuan yang sunggguh menarik hati. Waktu berlalu bisu sebab tak ada sedikit pun keberanian kita untuk mulai menyapanya.

Apakah nyali cetek seperti itu termasuk kelainan? Wajar aja kale! Sebab, hampir semua lelaki akan terkesima; diam seribu bahasa saat menemukan seseorang yang sungguh sangat menarik perhatiannya. Itu merupakan hal yang wajar. Jadi, jangan berkecil hati, Mas Bro!

Tapi jangan berlama-lama berdiam diri. Manfaatkan sebaik-baiknya anugerah yang telah Tuhan turunkan itu. Ambillah sikap sedikit berani dengan memulai sebuah topik pembicaraan yang bersifat umum. Misalnya, mengawali dengan berkomentar tentang panasnya cuaca yang dirasakan akhir-akhir ini. Kalau ternyata dia tetap bergeming sekalipun kamu sudah membuka obrolan, ya itu hak dia. Lebih baik kita mencoba lalu gagal daripada tidak mencoba sama sekali.

Kecil kemungkinan jodoh itu turun begitu saja dari langit, lalu kita tinggal memetiknya. Usaha tetap diperlukan seminimalis apa pun intensitasnya. Pecahkan simpul kebuntuan komunikasi dengan cara mengawali obrolan. Sakitnya dicuekin oleh dirinya setelah kamu mencoba bertegur sapa dengannya tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa kecewa karena kamu tidak pernah mencoba mengawali pembicaraan dengannya.

Probabilitas untuk bisa menjalin hubungan dengan seseorang yang kita temui secara insidental dalam sebuah perjalanan sangatlah besar. Tidak serumit zaman baheula. Ya, dahulu, untuk bisa mem-follow up hasil dari pertemuan tersebut jalannya cukup berliku. Diawali dengan minta alamat lengkap. Selanjutnya, kita harus berjuang untuk bisa menemukan alamat tersebut.

Sekarang, semua kesulitan itu telah tereleminasi dengan kemajuan produk teknologi informasi. Kamu hanya memerlukan nomor telepon genggamnya. Jika ia memberi nomor hape tersebut, selanjutnya kamu tinggal berkomunikasi untuk memastikan bahwa niatanmu untuk bersemayam dan bersimpuh di dalam hatinya sangatlah besar. Jika tidak berani berbicara langsung, kamu bisa membuka komunikasi lewat pesan singkat, atau ber BBM-an. Ketika gayung bersambut namun kamu belum bisa menemukan alamat pastinya, tinggal searching saja dengan mengunakan google map atau memakai piranti GPS. Semua rintangan itu sudah bisa kita lewati dengan ringan langkah.

Upaya membuka obrolan yang kamu lakukan, insya Allah, akan terus menjalar ke arah perkenalan yang kamu harapkan. Seandainya respons yang ditunjukkannya ternyata jauh panggang dari api, ya itu sudah menjadi risiko kita. Paling tidak, kamu sudah berusaha. Ingat seperti yang saya katakan di atas bahwa rasa sakit disebabkan penolakan seseorang jauh lebih ringan dibandingkan kekecewaan dikarenakan kita tidak melakukan action sama sekali.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*