Ribetnya Bahasa Cewek

Ribetnya Bahasa PerempuanDi antara sekian banyak bahasa yang tersebar di dunia ini, bagi saya, yang paling sulit difahami hanyalah bahasa perempuan. Saking sulitnya, beberapa di antara rangkaian kalimat yang dahulu pernah dilontarkan beberapa perempuan, baru bisa terungkap maknanya dengan lengkap setelah saya berumah tangga. Bahkan, masih banyak lagi kalimat yang masih menggantung maknanya hingga sekarang. Jangankan dipastikan, ditebak pun makna kalimat itu masih belum bisa diperoleh bayangannya.

Seringkali para lelaki sulit memahami bahasa perempuan. Tidak selalu gelengan kepala perempuan bermakna “tidak” dan belum tentu juga anggukan kepalanya dimaknai “ya.” Seringkali terjadi silang makna. Barangkali karena inilah tokoh Alif Fikri dalam novel Rantau 1 Muara berteriak pada gebetannya untuk bisa berbaik hati dengan cara sedikit mengeliminasi ribetnya makna dalam bahasa perempuan ini.

Menurut Zheng Baohua dalam artikelnya, The Different Using of Language Between Sexes, perempuan cenderung menentukan pilihan kata secara sentimental. Lebih mengedepankan perasaan. Sedangkan laki-laki lebih mengedepankan keakuratan makna.

Barangkali karena pendekatan yang berbeda inilah, kemudian seringkali terjadi kesalahfahaman dalam memaknai sebuah kalimat atau kosa kata. Perempuan maunya ke utara sementara si laki-laki memakanainya ke selatan. Kurangnya kesabaran di antara kedua belah pihak sering menjadi penyebab buntunya komunikasi. Akhirnya, masing-masing berjalan sendiri-sendiri.

Jika kamu sedang menghadapi masalah ini, kuncinya pemecahannya hanya satu, yakni kesabaran untuk mendengar dan terus berkomunikasi dengan pelbagai pilihan cara dan sarana. Sebab, sekali kebosanan menghinggapi salah satu pihak, maka harapan akan terciptanya hubungan komunikasi yang harmonis hanya akan jauh panggang dari api.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*