Putus Sekolah Bukan Berarti Harus Putus Belajar

Putus Sekolah Bukan Berarti Harus Putus BelajarSetelah kamu mengikrarkan diri untuk mengakhiri masa kesendirianmu, langkah pertama yang harus segera diambil adalah melamar anaknya orang. Yang menjadi pertanyaan bagimu adalah: Sanggupkah kamu memberikan nafkah yang layak pascaijab kabul dibacakan?

Menafkahi anak dan istri merupakan keniscayaan yang tak akan terbantahkan dengan argumen sesahih apa pun. Terpenuhinya nafkah lahir maupun nafkah batin menjadi menjadi golden ticket menuju gerbang rumah tangga yang berlabel sakinah, mawadah, warahmah.

Satu di antara sekian persyaratan yang yang harus dikantongi agar kita beroleh tiket emas tersebut adalah pendidikan yang layak. Latar belakang pendidikan formal bisa menjadi penentu jenis pekerjaan yang bakal kita pegang.

Bahwa pendidikan formal mesti dinomorsatukan demi jaminan masa depan yang gemilang, saya sangat menyetujuinya. Persoalannya adalah: Bagaimana jika karena satu hal pendidikan formal tersebut tidak terselesaikan. Kondisi finansial orang tua kurang mendukung sehingga kamu harus putus sekolah alias tidak bisa menyelesaikan pendidikan formalmu dengan baik.

Apakah dengan tidak tamatnya pendidikan formalmu berarti kamu akan kehilangan kesempatan dapat menafkahi anak istrimu secara layak? Tunggu dulu! Beberapa pesohor bisa hidup layak tanpa menyelesaikan pendidikan formalnya dengan baik. Kamu tentunya kenal Bill Gates ataupun Mark Zuckerberg. Keduanya drop out dari Universitas Harvard tapi masih bisa hidup layak bahkan minjadi milyarder kenamaan abad ini. Di Surabaya ada Haji Sukri, seorang pengusaha sukses padahal tidak mengantongi ijazah sekolah formal. Hendy Setiyono menggurita dengan bisnis waralaba Kebab Turki Baba Rafi. Ia meninggalkan bangku kuliah di ITS pada semester ke-4.

Mengapa mereka bisa sukses meniti kariernya padahal tidak menyelesaikan jenjang pendidikan formalnya. Jawabannya hanya satu: mereka tidak pernah berhenti untuk belajar.

Bill Gates, Mark Zulkenberg, Haji Sukri, dan Hendy Setiyono adalah gambaran totalitas dari perjuangan untuk mengentas dirinya hingga bisa tampil di atas rata-rata. Tidak tertutup kemungkinan kamu pun akan mengikuti kesuksesan mereka jika tidak pernah berhenti belajar dan terus belajar.

Kata kunci belajar memang tidak boleh lepas sepanjang hayat dikandung badan. Ketika belajar luput dalam kehidupan kita maka dampaknya bukan kita sendiri saja yang merasakan, melainkan juga masyarakat. Tengoklah, di pangkuan bumi peritiwi ini masih terdapat 7,17 juta orang angkatan kerja yang masih menyandang status pengangguran.

Saya berharap kamu bukanlah bagian dari mereka; bukan bagian dari anak muda yang sedang mengais mencari lapangan kerja melainkan menjadi seseorang yang berani  berdiri tegak dan berjuang menciptakan lapangan kerja.

Yang kamu perlukan hanyalah ketekunan. Berani jatuh lalu bangun dan berdiri lagi. Bila sikap pantang menyerah ini dengan istiqamah kamu tegakkan, besar kemungkinan nasibmu akan jauh lebih baik daripada teman-temanmu yang bisa menamatkan pendidikan formalnya.

Putus sekolah bukanlah penghalang bagi kemampuanmu untuk menafkahi anak dan istrimu dengan layak. Jangan pernah berhenti untuk belajar dan terus belajar sampai kapan pun. So, tidak ada alasan bagimu untuk menunda kesuksesanmu hanya dikarenakan kamu putus sekolah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*