Pulanglah ke Pangkuan Ibu, Sobat!

Pulanglah ke Pangkuan IbumuHidup di perantauan. Sudah bertahun-tahun meninggalkan kampung halaman. Usaha tak mengalami kemajuan berarti. Bahkan nyaris bangkrut. Hutang makin menumpuk. Sulit dibayangkan bagaimana cara membayarnya. Orang-orang yang dulu datang mendekat, kini satu per satu menjauh. Jodoh juga rasanya makin jauh panggang dari api. Ada apa dengan semua ini? Coba telisik diri sendiri. Adakah kesalahan yang pernah kamu lakukan kepada ibumu?

Jangan Sekali-kali Melukai Hati Ibunda. Pada zaman Rasululah ada seorang sahabat yang mengalami musibah menjelang kematiannya. Ketika sang malakal maut sudah menjemput, al-Qomah sahabat Nabi itu, begitu menderita saat melepaskan nyawanya. Rasululullah pun bertanya kepada para sahabat, “Apakah ia masih memiliki seorang ibu?” Dan ternyata semua deritanya itu bersumber dari kekhilafan yang pernah dilakukan kepada sang bunda.

Kadang kita tidak menyadari bahwa bahasa tubuh, ucapan, dan prilaku kita telah melukai perasaan ibunda kita. Seperti halnya al-Qomah sahabat Nabi yang saya ceritakan di atas. Ibunya merasa sakit hati karena merasa diremehkannya. Sang bunda tidak meridai setiap gerak-gerik al-Qomah sehingga apa pun yang dilakukan al-Qomah seakan tersekat oleh penghalang yang mahadahsyat. Bahkan sampai kematiannya sekalipun.

Beruntung, ketika Rasulullah mengancam akan membakar jasad al-Qomah, sang ibu kemudian memaafkan segala kekhilafan yang telah dilakukan oleh putranya itu. Lalu, al-Qomah dengan tenang bisa menghembuskan nafasnya yang penghabisan.

Segera Bersimpuhlah di Hadapannya. Saat ini adalah waktu yang paling tepat untuk meninggalkan semua kebangkrutanmu. Rehatlah sejenak dari segala kegiatan duniawimu. Pulanglah ke kampung halaman. Temui ibumu. Mohon maaflah atas segala kesalahan dan kekhilafanmu. Basuhlah kedua belah kakinya. Mintalah doa restunya agar gerak langkahmu beroleh keridaannya. Bukankah rida Allah dikarenakan rida ibunda kita.

Chairul Tanjung, Boss Trans Corp, dan Rully Kustandar, pegiat internet marketting, telah membuktikan kedahsyatan doa seorang ibu. Oleh sebab itu, jangan ditunda-tunda. Bersimpuhlah; curahkan segenap perasaanmu di hadapannya. Seperti halnya ibunda al-Qomah, ibu kita pun tak akan tega melihat anaknya hidup dalam keterpurukan. Ia akan mengampuni segala dosa dan kekhilafan kita, lalu mendoakan agar apa yang menjadi mimpi dan cita-cita kita terkabulkan.

Semoga penghalang besar yang membentang laksana Great Wall di negeri China itu akan segera runtuh. Rezekimu lancar. Usahamu berjalan. Hutangmu terlunasi. Dan jodohmu makin mendekat. Dan itu semua bersumber dari rida ibunda. Inysa Allah!

One Comment

  1. terimakasih nasehat yg telah dberikan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*