Pada Suatu Hari Ulat itu akan Menjadi Kupu-kupu

Pada Suatu Hari Ulat itu akan Menjadi Kupu-kupuMenangis. Itulah yang dilakukan ayah saya ketika bertemu anak saya yang sedang mondok di Pondok Modern Gontor, Ponorogo. Sebagai seorang kakek yang penuh welas asih, hatinya tidak tega melihat cucunya dalam kondisi hidup penuh prihatin.

Ya, anak saya saat ini memang sedang belajar hidup prihatin di pondok itu. Ketika anak-anak sebayanya hidup runtang-runtung tak jelas arahnya, anak saya justru serius mendalami ilmu-lmu agama dari ustad dan kiayinya. Ketika anak-anak sebayanya sibuk dengan gadget dan game kesukaannya, anak saya asyik bertadarus di masjid pesantren.

Tentu banyak pengorbanan yang dilakukannya. Tapi, saya yakin, bahwa keprihatinannya itu kelak akan menjadi kebahagiaan bagi masa depannya. Tak ada kebahagiaan tanpa didahului hidup prihatin.

Kamu, mungkin saat ini, juga sedang hidup prihatin seperti anak saya. kamu sedang memulai sebuah kegiatan atau pekerjaan yang bagi orang lain merupakan pekerjaan sangat hina. Gengsi. Merendahkan martabat.

Kamu sarjana dan menjadi penjual gorengan di kaki lima. Bagi saya itu jauh lebih mulia daripada seorang lulusan perguruan tinggi yang ke sana ke mari nenteng ijazah untuk mencari kerja. Teman-temanmu sibuk mencari kerja, kamu justru merintis sebuah lapangan kerja. So, dirimu jauh lebih bermartabat daripada mereka yang selama ini melecehkanmu.

Hari ini, tak seorang pun yang melirikmu. Ia akan buang muka ketika mengetahui bahwa si penjual gorengan di pinggir jalan itu adalah kamu. Gebetanmu, atau siapa pun yang selama ini menjadi kembang mimpi dan lamunanmu, tampak menjauh.

Tak usah galau bin risau dengan semua peristiwa itu. Percayalah, ini merupakan jalan yang mesti ditempuh untuk membayar kesuksesanmu. Masa depanmu.

Orang-orang yang selama ini melecehkanmu pada suatu waktu akan menyesali kekeliruannya. Mereka kemudian menyadari bahwa dirimulah yang menjadi sang juara sejati dalam kompetisi memenangi kesuksesan masa depan itu.

Yakinilah bahwa saat ini kamu sedang menjadi seekor ulat yang tampak menjijikan. Pada suatu hari ulat itu akan menjadi kepompong. Setelahnya, kepompong akan berubah menjadi seekor kupu-kupu.

Kesuksesan telah berada dalam genggamanmu. Percayalah!

2 Comments

  1. DAVID FAIZAL says:

    maksih ats artikelnya mudah – mudahan sy bisa memetik hasilnya dan bermanfaat dunia achirot,amin……

  2. amazing…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*