Ngarawu ku Siku

Ngarawu Ku Siku

Kata Yuswohady, penggiat marketing, banyak pengusaha yang terperangkap dalam jebakan medioker alias jalan di tempat alias tak mengalami kemajuan. Penyebabnya adalah keinginan yang menggebu-gebu untuk bisa eksis pada segala lini layanan.

Contohnya, sebuah maskapai penerbangan berangan-angan bisa melayani penumpang dengan layanan air port lounge yang mewah, hidangan yang sangat lezat, tayangan film blockbuster terbaru, dengan harga tiket sangat murah.

Mana ada yang bisa seperti itu. Semua kemewahan itu hanya bisa dibebankan kepada penumpang. Dengan demikian, harga tiket pun so pasti harus melambung di atas harga normal.

Belajarlah pada Air Asia. Armada penerbangan ini dikenal sebagai maskapai yang menawarkan tiket murah namun jadwal penerbangannya senantiasa tepat waktu. Konsekuensinya, supaya bisa fokus pada harga tiket yang murah, Air Asia sengaja memangkas biaya hidangan lezat serta memotong kenyamanan layanan lainnya. Jelas pelayanan mewah tidak bakal ditemui pada Air Asia. Murah kok jaluk mewah!

Berkat memfokuskan diri pada satu lini layanan (tiket murah) Air Asia masuk dalam daftar maskapai penerbangan ternama saat ini.

Dalam meningkatkan kemampuan diri, sebaiknya kita pun menempuh cara demikian. Untuk menjadi the great, rasanya mustahil harus hebat dalam segala bidang: pinter matematika, hafal al-Quran 30 juz, bisa memainkan semua alat musik, memiliki suara semerdu pemenang American Idol, pandai berpidato, jago debat bahasa Inggris, dan memiliki segudang kelebihan lainnya.

Ah, mana mungkin kita bisa menguasai semua bidang itu. Namun pada kenyataannya, banyak di antara kita yang begitu serakah dan berkeinginan bisa hebat dalam segala hal. Orang Sunda menerjemahkan keserakahan tersebut melalui idiom ngarawu ku siku. Merengkuh atau mengambil sesuatu sebanyak-banyaknya dengan menggunkan kedua siku. Mustahil bisa atuh!

Sudahlah, jangan terlalu memaksakan diri untuk terampil dalam segala bidang. Tuhan itu mahaadil. Semua makhluk dianugerahi-Nya keterampilan sendiri-sendiri agar bisa saling memerlukan, bisa saling ketergantungan. Dengan cara seperti itulah ukhuwah di antara kita pun kemudian tercipta.

Jangan berpikir bahwa cewek pengkolan yang sedang kamu taksir itu akan sangat tertarik padamu karena kamu jago dalam segala hal. Fokuskan saja perhatian kita pada kelebihan yang kita miliki saat ini. Asah kemampuan tersebut hingga kita bisa melampaui batas rata-rata. Di situlah nilai jati diri kita terletak.

Tuhan telah melebihkan setiap kemampuan makhluk-Nya. Jangan pernah berpikir untuk bisa menguasai segala bidang. Jangan sekali-kali ngarawu ku siku.

One Comment

  1. Mencari Jodoh.
    Saling menerima kekurangan pasangan masing2
    Yg terpenting menjaga kepercayaa pasangan kita
    Tidak terpengaruh omongan Orang lain

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*