Menjadi Seekor Rajawali

Menjadi Seekor RajawaliSekurang-kurangnya saya telah dua kali membaca ulasan Wikipedia mengenai sifat atau karakter burung rajawali. Beberapa saat yang lalu saya pun, menonton tayangan di sebuah televisi lokal di Bandung yang juga membicarakan tentang sifat positif burung rajawali. Konon katanya, tak ada jenis burung di seluruh pelosok negeri ini yang begitu setia terhadap pasangannya selain rajawali. Tak ada cerita seekor rajawali yang menduakan hati. Ia sangat erat memegang komitmen dengan pasangannya untuk bisa seia sekata hingga akhir hayatnya.

Ketika anak-anak mereka menetas dari telurnya, maka rajawali betina dan rajawali jantan akan berbagi hak dan tanggung jawab pengasuhan. Mereka bahu membahu mengasuh dan membesarkan anak-anak mereka. Ketika anak-anaknya menjelang remaja, rajawali jantan dan rajawali betina pun bekerja sama melatih terbang anak-anak  mereka. Sang betina akan melepas anak-anaknya dari puncak bukit, sedangkan sang jantan akan bertindak sebagai juru selamat manakala anak-anaknya panik dalam latihan itu hingga hampir terjerembab ke tanah.

Mari kita bandingkan sifat rajawali dengan ayam. Seekor ayam jantan hanya pandai menjadikan ayam betina bertelur. Hanya sampai di situ. Setelah anak-anak ayam menetas, ayam jantan tak akan pernah ikut mengasuh anak-anaknya. Mungkin dia juga lupa, berapa sesungguhnya jumlah anak-anaknya itu. Bukankah ayam jantan akan rajin kawin di mana-mana. Setiap hasrat syahwatnya mulai menggoda, ia akan menyalurkannya kepada setiap ayam betina yang berada di dekatnya.

Rajawali bukanlah unggas yang berkarakter seperti ayam. Karena karakter itulah seekor rajawali bisa mencapai usia 40 tahun.

Maka dari itu, kalau Tuhan telah menetapkan jodoh kita, mari kita pilih karakter rajawali. Sebagai seorang yang sangat peduli terhadap anak dan istrinya. Insya Allah, jika pilihan itu yang kita tetapkan, anak-anak yang lahir dari rahim istri kita adalah generasi yang bisa mengangkat harkat dan derajat kita sebagai orang tuanya. Bahkan, ke depan ketika mereka ditakdirkan Tuhan sebagai seorang pemimpin bangsa, dia akan mampu mengangkat harkat dan derajat bangsanya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*