Ibu RT Juga Profesi Mulia, Lho!

Bercita-cita Menjadi Ibu RT, Memangnya Hina“Mungkin aq akan mempertimbangkan utk berhenti kerja ato cari kerja part time aja..
Setiap periode lebaran, di bwh penangananku sndiri, rumah lbh bersih + terurus. Anak2 lbh gemuk + gembira.
Sedih rasanya.. Mulai besok smua itu perlahan berakhir krn q hrs kmbali kerja kantoran” (Curcol seorang kawan di facebook)

Lebaran telah berakhir. Banyak kenangan dan kesan yang ditinggalkannya. Khusus bagi para wanita yang telah menyandang status istri atau status ibu, kesan tersebut jauh dirasakan lebih mendalam dibandingkan para pria. Mengapa demikian? Karena lebaran selalu identik dengan mudiknya para asisten rumah tangga ke kampungnya masing-masing. Pada saat aktivitas para asisten sedang vakum inilah ibu-ibu meningkatkan kinerja ngurus rumah tangganya lebih dari biasanya.

Ada hal lain yang dirasakan oleh teman saya. Setelah semua aktivitas rumah tangga kembali “direbutnya” dari tangan para asisten, suasana rumah dan tumbuh kembang sang anak pun mengalami perubahan cukup signifikan.

Ketika pekerjaan rumah tangga ditangani sendiri, tentu saja ada perbedaan yang sangat mendasar dibandingkan saat ditangani oleh asisten rumah tangga. Perbedaan mendasar itu terletak pada kehadiran hati saat melakukan pekerjaan rumahan tersebut.

Sudah kodratnya, seorang ibu akan mencintai anaknya; seorang istri akan menyayangi suaminya. Sehingga, ketika mengerjakan aktivitas domestik tersebut label cinta akan menjadi nilai plus tersendiri. Lalu, perhatikan hasilnya. Memang beda! Sungguh luar biasa!

Jangan berharap hasil yang sama akan diperoleh ketika semua pekerjaan tersebut dilakukan sepenuhnya oleh para asisten rumah tangga. Ingatlah, mereka adalah seorang pekerja. Kalaupun dia mencintai pekerjaannya, tentu kualitas kinerjanya kalah jauh dengan kecintaan seorang ibu atau seorang istri.

Jika saat ini kamu masih menjadi seorang profesional muda yang masih menyandang status sorangan wae, akankah ber-nawaitu seperti teman saya? Setelah menikah, akankah beralih profesi dari kesibukan mengurusi pekerjaan di luar rumah ke kesibukan seorang profesional yang giat mengurusi pekerjaan rumah tangga sendiri? Silakan dijawab dan direncanakan saat ini juga. Yang pasti, profesi sebagai ibu rumah tangga bukanlah pekerjaan ringan sehingga tak bisa dipandang dengan sebelah mata. Tak bisa dibantah juga bahwa profesi ini pun sangat mulia.

One Comment

  1. Kawan saya email salinan artikel nie pada saya…
    katanya idea2 dalam blog awak memang menarik…
    saya dah bookmark .. terima kasih dan kalau boleh nak
    mintak izin share kat fb…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*