Menikah Memperpanjang Usia?

Menikah Memperpanjang Usia“Inalillahi waina ilaihi rojiun!” Hanya itu yang bisa terucap dari mulut saya ketika mendengar berita tetangga sebelah meninggal dunia. Dua bulan yang lalu ia ditinggal menghadap ke haribaan-Nya oleh istri tercintanya. Kini ia menyusul kepergian pendamping hidupnya itu.

Beberapa orang yang saya kenal meninggal pascaditinggal mati oleh istrinya. Saya merasakan hal itu sebagai sebuah kewajaran. Sebagai seorang suami dari seorang istri dan ayah dari tiga orang anak, saya merasakan betapa bergantungnya saya terhadap istri saya. Beberapa hal yang luput dari perhatian saya, justru menjadi perhatian utama istri saya.

Mungkin karena kentalnya naluri keibuan, seorang istri akan jauh lebih perhatian terhadap suaminya. Bukan saja kasih ibu yang sepanjang masa, kasih istri terhadap suami pun rata-rata demikian. Maka wajarlah, jika banyak para suami yang kemudian menyusul ke alam baka setelah beberapa bulan ditinggal istrinya.

Sebaliknya, saya perhatikan para istri yang ditinggal mati suaminya malah tampak lebih sehat walafiat daripada saat suaminya masih hidup. So, mohon perhatian kepada para kaum lelaki, jangan sekali-kali menyepelekan kekuatan kaum perempuan. Kita memang sangat bergantung kepada mereka. Perhatian ini pun saya tujukan kepada para lelaki yang masih enggan menikah hingga hari ini.

Jika dikaitkan dengan peristiwa yang saya ceritakan di atas, tampaknya menikah itu bisa mempepanjang usia kita. Dengan menikah kita memiliki seorang wishtleblower yang rajin menyemprit kita jika dirasakannya tingkah dan perbuatan kita itu telah menyalahi kodrat alam. Sengaja melambatkan jadwal makan, misalnya. Ya, karena sibuk ngurusi pekerjaan kita abai terhadap kesehatan diri kita sendiri. Di sinilah sang wistleblower itu akan berperan selaku penyelamat hidup kita.

Berdasarkan pertimbangan tersebutlah saya kemudian menyarankan seorang teman untuk segera menikah lagi setelah beberapa minggu ditinggal mati oleh istrinya. Alhamdulillah, nasihat saya itu diturutinya. Bulan depan ia akan segera bersanding dengan istri barunya.

Saya bisa merasakan bagaimana sinisnya ibu-ibu tetangga kiri-kanan teman saya itu. Beberapa dari mereka tampak tidak terima dengan situasi ini.

“Tanah kuburan istrinya masih basah. Ini kok sudah mulai melirik perempuan lagi. Dasar lelaki!” Mungkin seperti itulah umpatan yang dialamatkan kaum ibu, tetangga teman saya itu.

Tapi, sekali lagi saya sampaikan di sini. Saya menganjurkan teman saya menikah lagi tujuan utamanya agar dia tidak segera meninggalkan saya. Istri itu memiliki kekuatan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

Haqul yaqin bahwa umur itu memang telah diatur Tuhan. Tapi, mengapa ya, saya berkeyakinan bahwa karena peran istrilah seorang suami bisa panjang umurnya.

2 Comments

  1. saya rasa itu hal yang wajar dilakukan oleh setiap isan thanks atas infonya….!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*