Mencari Jodoh di Pesantren

Mencari Jodoh di Pesantren

diarihati.com

Alhamdulillah, setelah menamatkan novel Negeri 5 Menara dan menonton filmnya, dua anak saya dengan senang hati bergabung menjadi santri di pondok modern Gontor. Hampir seminggu sekali saya menengok mereka berdua. Kesempatan ini telah membuka cakrawala pengetahuan saya tentang kehidupan di dalam pesantren.

Kehidupan pesantren yang sangat mengedepankan kemandirian, tentunya telah menjadikan para santrinya bisa lebih mendiri alias tidak banyak bergantung kepada yang lain. Pengetahuan agama yang dipelajari secara paralel dengan pengetahuan umum, kelak menjadi bekal sangat berguna bagi para lulusan pondok. Para alumni akan lebih jembar dari sisi pengetahuan agama plus pengetahuan umumnya.

Kalian kaum Adam, tentu sangat berharap agar pasanganmu kelak bisa menguasai keutamaan pengetahuan di atas. Siapa sih yang tidak berharap mendapatkan pendamping yang paripurna: pribadi mandiri yang luas jangkauan pengetahuan agama dan pengetahuan umumnya.

Kita semua mafhum bahwa orang pertama yang mendidik kita adalah ibu kita sendiri. Oleh karena itu, ada pemeo yang mengatakan bahwa kekuatan sebuah negara bersumber dari kekuatan kaum wanitanya. Ya, kaum wanita adalah tiang negara. Merekalah yang pertama kali meletakkan pondasi dasar mental spiritual anak-anaknya.

Berkaitan dengan hal itu, kalian yang masih menyandang status jomblo dan hampir patah arang karena belum beroleh jodoh, mengapa tidak mencoba untuk mencari jodoh ke pesantren saja. Bukankah di sana ada puluhan, bahkan ratusan perempuan yang sudah mengenyam pendidikan secara paripurna.

Ya, kamu tinggal menemui kiyainya, lalu sampaikan maksud baikmu untuk mempersunting salah satu santriwatinya. Insya Allah, niat baikmu akan gayung bersambut. Dan setelah ada kecocokan, jangan menunggu lebih lama lagi, segeralah ajukan pinangan dan diikuti ijab kabul di depan penghulu.

Pikirmu: “Ah, kan tidak semudah itu. Tidak segampang membalikkan tangan. “
Betul, memang tidak semudah membalikkan tangan tapi yakini olehmu bahwa itu semua tidak sesulit merencanakan perjalanan ke bulan. Pasti kamu bisa selama ada kemauan dan cita-cita untuk menuju itu.

Tugasmu saat ini hanya mencoba saja. Kumpulkan segera keberanianmu lalu melangkahlah dengan pasti. Jodohmu tengah menanti.

4 Comments

  1. Wah..tipsnya mantap banget Pak…Jomblo? Ke pesantren saja!

  2. yancassanova says:

    Betul sekali…. Ada yang sudah mempraktikkannya dan jitu hasilnya. :)

  3. Hehehe……untuk mencari jodoh di Pesantren tidak semudah itu, saya pernah berusaha keras sebaikbaik mungkin/sesuai syariat Islam, selama 20 tahun dari pesantren ke pesantren tetapi selalu gagal. Tibalah akhirnya aku pasrah dan menikah dengan wanita muslimah biasa /bukan kalangan pesantren, tetapi dia rajin sholat fardu dan sunnah dan rajin mengaji dg kelompok ibu-ibu dibawah bimbingan Ustad Wahyudi yg juga sahabat saya. Dan Alhamdulillah sekarang saya sebagai seorang Direktur Perusahaan meskipun tidak terlalu besar tapi cukup untuk menunjang anggaran rumah tangga, mohon doanya semoga Alloh melimpahkan Rahmad dan HidayahNya. Amin.
    Disini saya semakin yakin bahwa JODOH, MATI dan HIDUP itu memang benar2 Takdir Alloh SWT semata. Mohon maaf lahir batin, Minal aidin wal faizin,untuk para santri dan Kiai yg pondoknya pernah saya kunjungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>