Kisah Ibu Muda yang Menghabisi Ke-4 Buah Hatinya

Happy FamilyMaaf sedikit lebay, kali ini saya menulis postingan sambil membendung air mata agar tak sempat mengalir di pipi. Ingatan saya menerawang pada kejadian mengenaskan empat tahun lalu. Waktu itu Junania Mercy 37 tahun, seorang ibu muda asal Malang, Jawa Timur, tega meracuni keempat anaknya.

Selesai menghabisi keempat buah hatinya, Mercy memandikan mereka, menyisir rambutnya, kemudian menyandingkan mereka bersama-sama dengan rapi diatas tempat tidurnya. Dan selesai itu sang bunda pun memilih mengakhiri hidupnya dengan minum racun yang sama.

Mercy adalah sosok ibu yang menghadapi berat cobaan hidupnya. Persoalan keuangan keluarga tampaknya menjadi salah satu penyebab Mercy nekat mengakhiri hidup anak-anaknya juga dirinya.

Kesehatan anak ketiganya juga cukup menyita pikirannya. Anak tersebut mempunyai penyakit kelainan darah sehingga membutuhkan biaya tidak sedikit. Sementara penghasilan sang suami, Hendri Suwarno, sebagai teknisi Harley Davidson di sebuah bengkel di Bali menurun drastis. Sebagaimana dikisahkan dalam tabloid Nova, pasca Kasus Bom Bali, Hendri pindah kerja ke Surabaya. Pendapatannya di bengkel baru tersebut tidak sebesar saat masih kerja di Bali.

Jalan yang harus ditempuh pun sudah gelap dan buntu. Tak tahu kemana lagi Mercy harus meminta tolong. Jeritannya tak terungkapkan dengan suara. Ia memilih bunuh diri sebagai jalan satu-satunya untuk bebas dari segala beban hidupnya. Astaghfirullah!

Kawan, persoalan keuangan keluarga bukanlah sesuatu yang patut dianggap enteng. Seandainya kamu masih memandang sebelah mata untuk urusan yang satu ini, lebih baik kamu lupakan keinginan berumah tangga dalam waktu dekat ini. Lebih-lebih bagi kalian para calon suami. Sebab, persoalan keuangan keluarga bisa menjerumuskan kalian berdua ke jurang paling kelam dalam hidup ini. Tengoklah sekali lagi kisah pilu di atas.

Ada baiknya kalian mempersiapkan diri dari sekarang. Tingkatkan kualitas sumber daya yang ada dalam dirimu melalui cara belajar dan terus belajar tiada akhir. Jangan malu untuk bertanya kepada orang-orang yang nyata-nyata sudah berhasil dalam membina kehidupan rumah tangganya.

Dan bagi kalian para calon isteri, rancanglah dari sekarang tentang siapa yang bisa dijadkan sebagai a shoulder to cry on, seseorang yang mampu memberikan rasa simpati saat kalian menghadapi ujian berat dalam kehidupan rumah tanggamu kelak. Dengan begitu, kamu bisa berpikir jernih dalam kondisi tekanan berat sekalipun.

Tingkatkan iman dengan cara mendekatkan diri kepada sang Khaliq. Dialah satu-satunya yang mampu membebaskan dirimu dari segala beban kehidupan di alam fana ini.

Tak ada maksud mengangkat kisah di atas untuk menakut-nakuti dan menghalangi niat kalian berumah tangga. Kehidupan berumah tangga memang bukanlah sesuatu yang patut ditakuti, melainkan perlu dipersiapkan sedini mungkin dengan baik.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*