Kesempatan

KesempatanSyahdan, pada suatu hari di negeri antah berantah Ki Ageng Giring mendapat bisikan gaib yang memintanya untuk segera mereguk air kelapa yang baru saja dipetiknya.

“Barangsiapa yang meminum air kelapa ini kelak akan dianugerahi keturunan pilihan,” ujar si pembisik gaib itu.

Dikarenakan pagi itu Ki Ageng Giring belum merasa haus, kelapa itu ditaruhnya di atas para-para dapurnya. Pikirnya, akan lebih hikmat dan nikmat seandainya air kelapa tersebut direguk pada siang hari ketika rasa hausnya berada dalam kondisi puncak. Setelah menaruh kelapa itu, petani sederhana itu kembali ke ladang untuk melanjutkan pekerjaannya.

Sejurus kemudian datanglah Ki Ageng Pemanahan ke rumah Ki Ageng Giring. Tanpa ba-bi-bu direguknya air kelapa yang ada di dapur sahabat karibnya itu. Maklum, aktivitas di ladang telah membuatnya kehausan. Kelak, Ki Ageng Pemanahanlah yang dianugerahi keturunan pilihan. Anak cucunya kemudian menjadi raja-raja Mataram.

Kawan, kesempatan memang nyaris jarang datang untuk kedua kalinya. Manakala kita menyia-nyiakannya, maka kesempatan itu akan pergi meninggalkan. Tinggallah kita yang meratapi kegagalan. Untuk itu, setiap kali ada kesempatan, segeralah mengambil tindakan. Jangan biarkan nasib tragis menimpa kita; senasib dengan Ki Ageng Giring.

Dalam mengeksekusi urusan jodoh pun saya rasa demikian. Ketika kita telah mendapat kesempatan, jangan coba-coba untuk menunda dan terus menunda. Segera mengambil keputusan. Sebab, ketika kita bergulat dengan aneka rupa pertimbangan, akan ada seseorang yang menunggu lengahnya kita. Sementara kita larut dalam pertimbangan itu, dia bergerak lebih cepat dan lebih atraktif untuk merebut hati si dia, bahkan hati kedua orang tuanya.
Dan ketika semuanya itu telah terjadi, kita pun hanya mampu bertindak sebatas menelan ludah. Jangan sampai hal itu terjadi dalam kehidupan kita. Jangan biarkan kita menjadi Ki Ageng Giring jilid kedua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*