Kawan Sepergaulan Kita dan Pengaruhnya

Kawan Sepergaulan Kita dan PengaruhnyaSering tidak kita sadari, sesungguhnya teman sepergaulan kita turut memberikan citra tentang siapa kita sebenarnya. Mungkin karena pertimbangan itulah Sunan Bonang dalam tembang Tombo Ati mengingatkan: “Wong kang sholeh kumpulono.” Jika kita sering berkumpul dengan orang-orang saleh, paling tidak kita akan kecipratan citra kesalehan mereka. Rasulullah bahkan dengan jelas menyampaikan mengenai hal ini sebagaimana termaktub dalam hadis berikut.

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Ketika seorang bapak mengetahui anak gadisnya didekati seorang pemuda, di samping mencari tahu tentang asal-usul, keturunan, pekerjaan, dan status yang disandangnya, sang bapak juga biasanya turut mempertimbangkan mengenai dengan siapa lelaki yang menggandrungi anak gadisnya itu bergaul. Jadi, seandainya ada kabar tersiar bahwa selama ini anak muda tersebut idek liher di lingkungan kawan-kawannya yang pemabuk, maka jangan harap sang gadis juga bapaknya akan dengan mudah menerima pinangan anak muda tersebut.

Sangat beralasan kalau Kangjeng Nabi Muhammad SAW secara khusus bersabda mengenai kawan sepergaulan kita. Cukup masuk akal jika Sunan Bonang menciptakan tembang Tombo Ati yang juga menyoroti tentang anjuran kepada kita untuk senantiasa bergaul dengan orang-orang saleh. Sebab, pengaruh kawan sepergaulan tetap akan menjadi nilai tersendiri bagi kita. Sekali lagi harap diingat bahwa nilai tersebut menjadi pertimbangan khusus bagi calon mertua kita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*