Katakan TIDAK pada SELINGKUH!

Katakan Tidak!Penyakit yang sering menjangkiti para pasangan, tidak peduli cowok ataupun cewek, adalah merasa bahwa rumput di halaman tetangga lebih hijau daripada rumput yang tumbuh di pekarangan rumah sendiri. Bertahun-tahun berjuang untuk bisa merebut perhatian gebetan. Begitu sudah ditaklukkan, kok rasanya dia biasa-biasa saja. Ibarat nilai mata uang, dari hari ke hari laju inflasi-nya makin tinggi.

Langkah selanjutnya, kamu mulai membanding-bandingkan dirinya dengan yang lain. Dan hasilnya, sesuai chheck list yang kamu buat, ternyata dia banyak kurangnya dibandingkan Si A, Si B, Si C sampai dengan si Z. Pikirmu, “Waduh, kalah cool dech cewek/cowok gua dibanding cewek/cowok si XYZ”.

Hati-hati! Biasanya setelah itu timbul pertimbangan untuk mencari gebetan lain, lalu berlanjut pada keinginan untuk berselingkuh.

Berbicara soal kekurangan, ya wajar. Di atas langit masih ada langit, Broer. Sesempurna-sempurnanya manusia, ya mesti ada kurangnya. Bukankah pepatah mengatakan, tak ada gading yang tak retak.

Kamu harus bersyukur jika sudah menemukan kekurangannya. Justru dengan itu kamu bisa membuat rencana untuk menutupi kekurangannya. Jangan sok perfect dan egois kayak begitu, Sob. Kamu juga pasti punya kekurangan. Jangan-jangan malah jauh melebihi kekurangan si dia.

Ya, kekurangan yang dimilikinya mestinya kamu tutupi dengan kelebihanmu. Jika kamu pandai menutupi kekurangannya, saya yakin, dia pun akan berusaha menutupi segala kekuranganmu; semacam simbiosis mutualisma begitulah.

Sumpah mati, jangan terus punya pikiran buat selingkuh. Itu semua tidak akan menyelesaikan masalah. Malah akan membuka front baru untuk munculnya kekisruhan dalam jalinan cintamu. Gak percaya? Boleh kamu buktiin sendiri.

Berselingkuh itu hanya fatamorgana. Berselingkuh itu, sama halnya dengan mencari kepuasan harta. Semuanya bagaikan minum air laut. Makin diminum makin haus. Sudahlah, kalau kamu mau berselingkuh, mending sebelumnya berpikir beratus-ratus kali .

Jika kamu merasakan ada ganjalan dalam hatimu menyangkut sikap dan prilaku si dia, lebih baik mau terbuka kepadanya. Hindari curcol kepada teman sekantor, lebih-lebih kalau dia adalah lawan jenismu. Biasanya, dari curcol terus turun ke hati. Nah, kalau sudah begitu, terbukalah peluang buat berlangsungnya perselingkuhan.

Harap dicamkan, Sesungguhnya sikap saling setia itu nikmatnya jauh melebihi segernya buah khuldi (He-he-heh, emang pernah nyicipi?)

Coba bayangkan, jika punya selingkuhan kamu harus merekayasa sekian ratus skenario dan membuat berjuta sinetron kejar tayang. Tujuannya buat apa lagi kalau bukan akal-akalan buat menutupi segala kebohonganmu. Kamu bikin berbagai episode kisah rekayasa agar pasangannmu percaya. Huh, gak kebayang gimana capeknya.

Sebaliknya, jika kalian saling setia akan tumbuh saling percaya. Hapemu berdering saat si dia neplok di goncengan sepeda motor kesayanganmu. Buat ngangkat sendiri hape, kamu pastinya kesulitan. Pelanggaran atas Undang-undang Lalu-lintas ini bisa mengancam keselamatan jiwamu juga jiwa si dia. Nah, buat menghindari kecelakaan fatal, kamu kan bisa minta tolong sama si dia untuk bantuin ngangkat itu telepon. Beres sudah!

Tapi, kalau kamu punya selingkuhan. Begitu hapemu berdering pasti kamu sangat gelisah dan tersiksa suangat. Apalagi jika itu hape kukuruyuk saat kamu sedang berdekatan dengan si dia. Diangkat takut itu telepon datangnya dari selingkuhan; gak diangkat takutnya itu dari boss yang ngasih orderan.

Makanya, katakan TIDAK pada selingkuh!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>