Jatuh Cinta Dari Masa ke Masa

Love me backSalamun baru saja bertemu dengan teman SD-nya. Ya, perempuan itu ditaksirnya ketika masih duduk di bangku kelas 4. Dengan sedikit kikuk mereka bertemu di suatu tempat. Tak ada getaran yang dulu dirasakannya. Tak seindah yang dibayangkannya.

Ketika saling bersapa di telepon genggam, Salamun membayangkan sosok gebetannya masih semuda dulu. Kini Salamun telah berhadapan dengan dirinya. Kemana perginya semua perasaan itu.

Ya, kamu yang saat ini sedang digelayuti perasaan yang menggebu-gebu kepada mantanmu, cobalah buktikan sendiri. Apakah getaran itu masih sekuat dulu? Jangan sampai kamu lupakan anak isterimu.

Tuhan telah membagi jatuh cinta dari masa ke masa. Ketika masih duduk di bangsu SD, kamu tertarik dengan seseorang , begitu pula saat duduk di sekolah lanjutan dan pada fase selanjutnya. Saat ini anak dan isterimu adalah fase terakhir cintamu. Kamu harus menyadari itu semua.

Jangan terus terbuai dengan suara sang mantan di telepon genggammu. Itu semua masa lalu yang sekedar berhak untuk dikenang, tapi bukan untuk dijalani kembali.

Sadarilah bahwa pasangan hidup kita telah memberikan segalanya. Karena itu, sepantasnyalah jika kamu memperlakukan dia pada tempatnya pula.

Masa lalu biarkanlah menjadi masa lalu yang indah untuk dikenang. Jika kamu mencobanya untuk menghidupkannya kembali hanya akan menjadi sia-sia sebab tidak akan seindah saat dijalani dulu. Berpikirlah lebih rasional, keluarga yang telah kamu bentuk telah memberikan cinta kepadamu melebihi pengalaman-pengalamanmu dulu. Jadi, rangkullah mereka. Tempatkan anak dan isterimu di relung hatimu yang paling istimewa. Cinta keluarga melebihi segala-galanya.

Pulanglah, pulanglah pada anak isterimu sekarang jua. Jangan terbuai oleh kilauan fatamorgana, Kawan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*