Jangan Sangsikan Keputusan Hasil Salat Istikharah

Jangan Ragukan Keputusan Hasil Salat IstikharahAnda yang telah tamat membaca Rantau 1 Muara, Novel ke-3 dari trilogi Negeri 5 Menara, tentunya bisa menangkap rasa bimbang yang melanda tokoh utama dalam cerita tersebut. Ketika istri sang tokoh rindu sanak saudara di tanah air dan berkeinginan segera meninggalkan Washington DC, ada keraguan yang menyelimuti hatinya. Maklum saja, di negeri Paman Sam itu mereka telah hidup mapan dan sedang berada di puncak kenyamanan.

Dengan penghasilan lumayan besar, mereka masuk dalam kelompok kelas menengah Amerika. Bagaimana jadinya jika semua kenyamanan tersebut harus ditinggalkan. Pekerjaan apa yang bisa didapatkan di tanah air yang gajinya sebanding dengan pendapatan yang diperolehnya selaku jurnalis sebuah stasiun televisi ternama di ibu kota Amerika Serikat tersebut?

Keraguan menyelimuti mereka berdua. Mereka pun kemudian memutuskan diri untuk melibatkan kehendak Tuhan dengan melakukan salat istikharah. Lalu, keduanya berketetapan hati untuk kembali ke tanah air; meninggalkan penghasilan besar serta semua kenyamanan yang dinikmatinya selama ini.

Ketika keputusan itu telah diambil, tiba-tiba datang tawaran dari sebuah lembaga internasional di Inggris untuk bekerja di tempat tersebut dengan besaran gaji berkali lipat dari penghasilan di tempat bekerja sebelumnya. Kembali mereka merasakan kebimbangan dan keraguan. Mereka gamang dihadapkan pada pilihan antara kembali ke tanah air atau berangkat ke Inggris. Karena percaya bahwa Allah tidak pernah salah dalam membuat keputusan, keduanya kembali kepada pilihan pertamanya: kembali ke tanah air.

Dan keajaiban pun datang. Waktu berpamitan kepada pimpinan dan para kolega di stasiun televisi tempatnya bekerja, pemilik perusahaan meminta keduanya untuk tetap bekerja di stasiun televisi tersebut dengan besaran gaji sama seperti yang selama ini diterima oleh mereka berdua tapi tempat bekerjanya berlokasi di…. Indonesia. Ya, keduanya diminta untuk mengawaki kantor perwakilan stasiun televisi Amerika itu yang baru saja dibuka di Indonesia. Alhamdulillah!

Ya, keberuntungan akhirnya singgah dalam kehidupan tokoh novel karya A. Fuadi tersebut. Mereka berdua bisa leluasa berkumpul dan bercengkrama dengan sanak saudaranya di tanah air namun tetap menikmati penghasilan dengan standar Amerika. Begitulah Allah kalau memberi keputusan: tak terduga serta penuh kejutan nan menyenangkan.

Di balik kisah kedua sejoli tersebut terdapat sebuah hikmah yang bisa kita petik dan kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahwa kita tidak boleh menaruh keraguan atas keputusan yang telah Allah berikan. Jangan pernah tergoda sedikit pun untuk berpaling dari keputusan tersebut.

Ketika ada dua lelaki yang hendak menjadikanmu pendamping hidupnya, cobalah lakukan salat istikharah. Dan ketika hatimu telah memutuskan kepada siapa cinta harus berpaling, janganlah ragu-ragu dengan keputusanmu itu sebab Tuhan terlibat di dalamnya.

Bisa saja terjadi, ketika kamu sudah menetapkan si X sebagai pendamping hidupmu, tiba-tiba datang seseorang yang menurut pandangan mata lahirmu segala-galanya melebihi si X tersebut. Cobalah untuk terus bertahan dengan keputusan awalmu. Yakinlah Allah akan memberimu sebuah keajaiban yang sangat sangat indah pada akhirnya; seindah keajaiban yang dirasakan oleh kedua tokoh dalam novel Rantau 1 Muara karya A. Fuadi tadi.

One Comment

  1. like

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*