Jangan Katakan Tidak pada Internet

Jangan Katakan Tidak pada InternetKita selalu menyebut internet sebagai DUNIA MAYA. Padahal kenyataannya semua yg ada di internet itu riil. Jadi, stop sekarang bilang dunia maya! #bukanduniamaya
(WIENTOR RAH MADA)

Yang saya kutip di atas adalah status teman saya, Wientor Rah Mada, seorang penggiat internet marketing dan pemerhati dunia pariwisata. Terus terang, adrenalin saya serasa mendidih karena terinspirasi status tersebut. Makanya, saya buru-buru menulis postingan ini.

Betapa dalam minggu-minggu ini saya sangat terganggu dengan pernyataan-pernyataan kolega, tetangga, teman, bahkan saudara saya sendiri seakan-akan internet adalah negeri di awan; penuh khayalan lengkap dengan segala tipu dayanya. Seolah-olah internet adalah negeri para bedebah dan sarang para penyamun sehingga layak dijauhi oleh siapa pun.

Pandangan serta ungkapan sinis tersebut dipicu oleh maraknya tindakan kejahatan dengan perantaraan internet. Ada remaja yang diperkosa oleh teman facebooknya. Ada orang yang menderita kerugian ratusan juta rupiah karena tertipu ajakan bisnis abal-abal di internet.

Saya memahami semua persoalan tersebut. Tapi, bukan berarti kita harus menjadi parno menghadapinya. Internet tak harus melulu dilihat dari sisi kebangkrutan hidup para penggunanya.

Internet juga tidak melulu dikuasai oleh para pembual, para penipu yang memanfaatkan kelengahan mangsanya. Di internet juga ada Ustad Yusuf Mansur yang memberikan tausiah-tausiahnya melalui facebook. Ada Mario Teguh yang yang memberikan motivasi-motivasi postif untuk para followernya. Ada Pak Mardigu W.P yang ikhlas sharing mengenai pengalaman hidupnya. Ada para jomblo yang sedang berjuang mengubah statusnya. Ada sejumlah orang budiman lainnya yang bersedia berbagi informasi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita.

Selama bisa memanfaatkannya dengan baik, kita bisa menarik banyak manfaat dari aktivitas di internet. Lihatlah bagaimana Mark Zuckerberg bisa mendapatkan kekayaannya dari internet. Tengoklah Nick D’Aloisio, remaja asal London, dalam usia 17 tahun bisa menjual aplikasi Summly ke Yahoo dengan harga Rp 290 Miliar. Ada pula teman saya yang, alhamdulillah, bisa mengakhiri masa jomblonya dengan sukses dan gemilang. Mereka bisa mendapatkan semua keberhasilan itu berkat menggeluti internet.

Terkait dengan sikap kehati-hatian, saya kira, di mana pun kita berada sikap waspada harus tetap dinomorsatukan. Karena internet adalah juga dunia nyata, maka tidak tertutup kemungkinan di samping terdapat manusia berhati malaikat, berkeliaran juga manusia-manusia tidak bertanggung jawab. Namun demikian, bukan berarti kita harus menjauhi internet.

Mari kita manfaatkan interenet demi meraih jodoh dan impian yang selama ini dianggap mustahil untuk diwujudkan. Jangan ragu-ragu untuk mengeksplorasi kandungan manfaat di dalamnya dan jangan sekali-kali mengatakan Tidak pada Internet!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*