Jalan Termudah Menuju Surga

Jalan Termudah Menuju SurgaApakah kamu saat ini sedang bersaing ketat dengan seseorang? Mungkin tetangga sebelahmu atau bekas teman sekelasmu dahulu. Siapa pun dia, yang pasti kamu dan dia sama-sama jomblonya dan hingga hari ini masih dalam status penuh ketidakjelasan tentang siapa calon pendamping kalian. Jika suatu ketika sainganmu itu dilamar seseorang yang kegantengannya melebihi Christian Sugiono, kaya raya, dan kebaikannya sungguh tiada duanya, bahagiakah kamu melihat anugerah yang sedang diterima oleh sainganmu itu?

Oke, lupakan sejenak pertanyaan saya di atas. Mari kita perhatiakan kisah berikut ini.

Setiap kali salat berjamaah hendak dilaksanakan, Rasulullah SAW selalu berkata kepada para sahabatnya bahwa sebentar lagi akan datang seorang ahli surga ke masjid tempat salat berjamaah tersebut dilangsungkan.Tak lama kemudian masuklah seorang pemuda kemudian turut bergabung dalam salat berjamaah tersebut.

Keesokan harinya, saat salat berjamaah akan dimulai, Rasulullah mengumandangkan maklumat yang sama. Tak lama kemudian masuklah seseorang ke dalam masjid tersebut dengan muka basah pertanda ia baru saja melakukan wudu. Siapakah yang datang? Ternyata ia adalah  pemuda yang sama dengan kemarin.

Demikian pemberitahuan tersebut disampaikan hingga tiga hari berturut-turut. Seorang sahabat merasa penasaran dengan si pemuda yang kata Rasulullah bakal masuk surga tersebut. Saking penasarannya, sahabat tersebut sampai minta izin kepada si pemuda tersebut agar ia bisa menginap di rumahnya. Harapannya, ia akan bisa mengetahui amalan di luar salat fardu yang dilakukan si pemuda itu hingga Rasulullah menyebutnya sebagai ahli surga.

Dinihari, si sahabat terjaga dari tidurnya lalu memperhatikan yang dilakukan oleh si pemuda tersebut. Si pemuda melakukan salat malam seperti yang biasa dilakukan sahabat tersebut dan setelahnya tidur kembali. Siang hari, si pemuda itu melaksanakan salat duha yang juga biasa dilakukan dua raka’at oleh si sahabat tadi.

“Apa sih kunci rahasiamu sehingga Rasulullah menyebutmu sebagai ahli surga?” tanya sang sahabat kepada si pemuda itu. “ Saya perhatikan amalan sehari-harimu tak jauh beda dengan apa yang selama ini saya lakukan.”

Dengan tersenyum simpul si pemuda itu pun menjawab, “Waduh, saya sendiri tidak tahu kalau termasuk kelompok yang bakal masuk surga. Tak ada amal ibadah berlebih yang saya lakukan selama ini. Apakah mungkin ini dikarenakan saya selalu menjaga kegembiraan?”

“Kegembiraan bagaimana yang antum maksudkan?” kejar si sahabat tadi dengan penuh penasaran.

“Gak tau dah, pokonya saya selalu diliputi rasa gembira luar biasa manakala tetangga saya, teman saya, bahkan orang yang membenci saya mengalami sukses alias keberhasilan dalam hidupnya. Bahkan saya meyakini bahwa rasa gembira itu jauh melebihi kegembiraan yang dirasakan oleh orang yang mengalami keberhasilan tersebut. Itulah yang selama ini saya rasakan,” jawab si pemuda.

Kawan, ketika saingan beratmu mengalami kesuksesan dalam hidupnya, misalnya ia berjodoh dengan seseorang yang kamu banget!, apakah kamu merasakan kegembiraan sungguh luar biasa seperti yang dirasakan oleh si pemuda itu?

He-he-hehhh…., saya tahu kamu menjawab pertanyaan saya tersebut dengan ragu-ragu sambil tersenyum dikulum. Berat, sungguh berat memang. Apalagi jika orang tersebut adalah rival utamamu yang berhasil dipersunting ataupun mempersunting gebetanmu.

Tapi, itulah yang dicontohkan dalam tuntunan agama kita. Jadi, mulai saat ini berlatihlah untuk merasakan kegembiraan yang sama jika sainganmu, tetangga sebelahmu, bekas teman sekelasmu, bahkan orang yang selama ini membencimu mengalami kesuksesan dalam hidupnya.

Jangan bebani lagi pikiranmu dengan rasa iri alias sirik jika ia berhasil mendahuluimu mengakhiri masa jomblonya. Turut bergembiralah jika ia dapat mempersunting gebetanmu. Sebab, sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW, kegembiraanmu itu kelak akan menuntunmu ke jalan termudah menuju surga.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*