Jalan Pintas

loving divorceSedikit sekali di antara kita yang tekun dalam menggarap segala sesuatu. Maunya serba cepat, serba kilat, dan serba instan. Inginnya dapat meraih kesuksesan seperti penggalan kalimat dalam Naskah Proklamasi: “dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.”

Melihat kesuksesan seseseorang selalu dari sudut pandang kesuksesan semata. Tidak pernah mau mencermati tentang perjuangan mereka yang telah sukses itu. Tidak pernah timbul keinginan untuk mengamati setiap titik keringat dan tetesan darah mereka.

Penyebab makin maraknya budaya short cut alias terabasan alias jalan pintas, salah satunya adalah keenggananan kita untuk tekun dalam menggapai kesuksesan itu. Menjadi anggota legislatif cukup bermodalkan serangan fajar, money politic, dan narsis di balihoo yang sangat menyesakkan kota. Menjadi pegawai cukup bermodalkan uang sogok dan uang pelicin. Mencari atau mempertahankan jabatan basah cukup dengan melatih lidah saja agar makin piawai dalam menjilat atasan.

Kita pun mulai mengajari anak-anak kita untuk berlaku tidak jujur dan tidak sabar. Kita bergerilya di lorong-lorong gelap dan penuh najis; mencari bocoran soal UN demi mulusnya jalan anak kita dalam menapaki Ujian Nasional itu.

Dalam menjalin hubungan dengan seseorang pun kita cenderung tidak sabaran. Sedikit-sedikit minta putus. Sedikit-sedikit minta cerai. Padahal yang namanya membina sebuah hubungan pun perlu waktu dan kesabaran.

Kita tidak sedang menikahi seorang malaikat. Kita tidak sedang menjalin kasih dengan seorang bidadari. Dia adalah manusia biasa. Layaknya kita, dia pun kadang suntuk lalu berulah yang tidak sejalan dengan harapan kita.

Sekalipun bukan malaikat, insya Allah, pasangan kita bukanlah sosok setan yang sedang bergentayangan. Masih ada harapan bagi kita; dia akan memperbaiki dirinya.

So, ketika bertengkar jangan begitu gampang mengumbar kata putus dan cerai. Biar orang lain saja yang menderita penyakit tidak sabar. Kita mah jangan demikian.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*