Introspeksi

IntrospeksiAgak tersentak hati saya saat melaksanakan jumatan kemarin siang. Khotib menyampaikan bahwa seringkali kita menyalahkan orang lain atas segala masalah yang kita alami. Padahal, sebagian besar kesulitan yang kita hadapi bukan bersumber dari orang lain, melainkan berasal dari diri kita sendiri. Itulah sebabnya kita harus banyak berintrospeksi diri.

Dalam urusan mencari pasangan hidup pun demikian. Kita selalu menyalahkan tunangan, pacar, mungkin juga menyalahkan gebetan untuk setiap ketidakharmonisan yang dialami. Bahkan ada yang lebih ekstrem lagi, ia mempersalahkan Tuhan. Ia mengatakan bahwa Tuhan tidak adil. “Mengapa Tuhan tidak memberikan kesuksesan pada jalan hidupku; mengapa Tuhan tidak segera mengirimkan jodoh padaku?” Pertanyaan itu senantiasa dilontarkannya berkali-kali. Ia merasa percuma dengan segala ketaatan yang selama ini dilakukannya terhadap-Nya. Astaghfirullah!

Setiap kali berhadapan dengan kegagalan, termasuk dalam urusan jodoh tentunya, yang pertama kali harus kita lakukan adalah memohon ampunan-Nya. Bagi seorang muslim hal itu dilakukan dengan cara beristighfar minimal tiga kali. Setelah itu kita harus menelisik diri. Adakah dosa yang kita lakukan hingga menghambat terkabulkannya doa-doa kita?

Jodoh yang sudah berada di pelupuk mata tiba-tiba raib begitu saja. Coba tanyakan pada nurani kita yang paling dalam, kesalahan apa yang pernah kita lakukan kepadanya. Mungkin perhatian kita kepadanya kurang maksimal. Bisa juga dikarenakan kita tidak bisa mengontrol lisan kita dengan baik sehingga ucapan yang keluar dari mulut lebih banyak yang bersifat mudaratnya dari pada manfaatnya. Dia pergi bisa juga dikarenakan prilaku kita yang masih saja belum selaras dengan keinginannya.

Akuilah bahwa biang kerok kegalauan yang kamu alami sejatinya bersumber dari dirimu sendiri. Intinya, mulai sekarang, sering-seringlah berkaca dan berintrospeksi mengenai diri kita sendiri. Arahkan telunjukmu ke mukamu sendiri untuk setiap kegagalan dalam urusan cinta selama ini. Itu akan jauh lebih bermanfaat dari pada melemparkan semua kekacauan itu kepada pacarmu, tunanganmu, atau gebetanmu. Lebih-lebih jika semua kesalahan itu dilimpahkan kepada Tuhan. Tuhan dijadikan kambing hitam. Nauzubillah!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*