Fokuslah pada Kekuatan Bukan Pada Kelemahan

fokus pada kekuatan“Jika kamu harus bersaing dengan orang lain demi cinta, lupakan! Temukan saja orang yg bersaing demi cintamu.”

Itulah status yang saya temukan di dinding facebook-nya Ronald Frank beberapa waktu lalu. Memang betul apa yang dikatakan sang motivator cinta tersebut. Kalau boleh memilih, daripada bersaing demi mendapatkan cinta, lebih baik orang lain saja yang bersaing demi mendapatkan cinta kita.

Capek, itulah yang kamu rasakan saat mengejar cintamu. Betapa begitu banyak waktu yang harus kamu buang. Kamu bukan sekedar telah banyak berkorban, tapi juga nyaris menjadi korban cintamu sendiri.

Bahkan demi mendapatkan cinta, kamu telah berubah seratus delapan puluh derajat dari kepribadian aslimu. Kamu telah menjadi orang lain. Bisa jadi kamu pun sudah tidak kenal lagi jati dirimu yang asli.

Kamu telah berupaya untuk menjadi orang lain demi menutupi kelemahanmu. Kamu begitu fokus pada kelemahanmu dan melupakan aspek yang menjadi sumber kekuatanmu. Tenaga dan pikiran kamu kuras demi memenuhi keinginan mengeliminasi kelemahanmu itu. Padahal, di samping kelemahanmu, kamu masih memiliki kekuatan. Kata Rully Kustandar, penggiat internet marketing, daripada sibuk berupaya mengatasi kelemahanmu, lebih baik berfokus saja terhadap kekuatanmu. Berdayakan dan terus berdayakan kekuatanmu itu.

Setiap manusia ditakdirkan hidup di atas kekuatan dan kelemahan. Tinggal pandai-pandainya kita saja mengelola hidup ini. Hidup memang pilihan: Apakah kita akan hidup bertopang pada kekuatan ataukah bertopang pada kelemahan kita sendiri. Dan sudah pasti, kedua opsi ini memiliki konsekuensi masing-masing.

Berbicara tentang kelemahan atau kekurangan, saya jadi teringat kepada seorang keponakan istri saya. Secara fisik, dia tak memiliki unsur lebih yang bisa menarik perhatian lawan jenisnya. Kulitnya hitam, badannya melar, jerawat berbaris memenuhi wajahnya. Tetapi, mengapa begitu banyak lelaki yang yang tergila-gila padanya? Mereka bersaing untuk memenangkan cintanya.

Saya yakin, dia memiliki nilai plus atau kekuatan yang hanya bisa tembus dilihat oleh mata batin para pemujanya. Ada sih upayanya untuk menurunkan berat badan dan mengobati jerawatnya itu. Tapi, semua yang dilakukannya itu bukan semata-mata untuk mengatasi kelemahannya tersebut. Ia tidak begitu peduli dengan kelemahannya karena menyadari bahwa di samping kelemahan, ia memiliki kekuatan luar biasa.

Ingatlah, Hanya orang-orang yang fokus perhatiannya tertuju pada kekuatannyalah yang dapat meningkatkan harkat hidupnya. Jika kamu melakukan upaya sama seperti itu, dampak yang kamu rasakan akan sangat luar biasa. Insya Allah, kamu akan bergeser posisi dari seseorang yang tadinya sekedar memperebutkan menjadi seseorang yang diperebutkan.

Sekali lagi saya ingatkan: Berfokuslah pada kekuatanmu, bukan pada kelemahanmu!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*