Elek Gak Opo-opo; Sing Penting Gati!

Elek Titik Gak Opo-opo; Sing Penting Gati!Oh Tuhan, 25 tahun yang lalu saya tahu pasti kalau dia menjadi bintang di kampus kami. Puluhan lelaki memujanya sebagai seorang bidadari baru turun dari kahyangan. Ada yang mengabadikan kecantikannya lewat bait-bait puisi. Ada yang menggoreskan kemolekannya di atas kanvas. Tak sedikit yang hanya mampu sebatas menelan ludah untuk sekedar berharap kehadiran cintanya. Tak terhitung mereka yang terpenjara oleh kerinduan tak berbalas olehnya. Dia memang bintang di kampus kami. Waktu itu.

Seperempat abad kemudian saya temukan foto profilnya di facebook. Tak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa dia adalah mantan primadona di kampus kami. Badannya melebar. Kacamatanya tebal. Statusnya dipenuhi keluhan tentang rasa ngilu di persendiannya. Sakit kepala. Asam urat. Bolak-bolak bercerita tentang kondisi kesehatannya yang memburuk karena faktor U. Peralatan kosmetika dan parfum telah digantikannya dengan balsem dan minyak angin. Dia primadona di kampus kami. Dulu!

Kecantikan dan kemolekan sesungguhnya adalah alam maya yang nyata. Tak ada keabadian yang bisa singgah barang sebentar di dalamnya. Mungkin itulah yang menjadi pertimbangan istri saya saat menasihati anak dan keponakannya.

“Kriteria utama yang harus digarisbawahi oleh awakmu ketika menentukan bakal jodohmu bukanlah kemolekan rupanya, melainkan sifat gati-nya. Elek gak opo-opo sing penting gati!” Demikian maklumat penting yang dikumandangkan istri saya ketika salah satu keponakannya didekati anak kampung sebelah.

Anak muda itu tak urung jadi bulan-bulanan canda para keponakan istri saya. Maklum dia datang dari desa dan wajahnya memang jauh untuk disebut ganteng. Tetapi, keluarga besar kami mendukung pemuda ini mengingat sikap care-nya. Ketika keponakan istri saya sakit, ia mau mengantarkannya ke dokter dan menebus obat di apotik. Pokoknya, kata istri saya, dia memang benar-benar gati.

Kembali kepada sang mantan promadona di kampus kami. Haqul yaqin bahwa dia bukan sekedar cantik luarnya saja. Insya Allah, akhlaknya pun tak kalah mengagumkan dengan kecantikannya dulu. Buktinya rumah tangganya masih tetap bertahan hingga sekarang. Anak-anaknya sekolah di perguruan tinggi ternama. Salah satu di antaranya sebentar lagi akan menghadiahinya seorang cucu.

Kita tentu berharap beroleh jodoh seperti itu. Yang tak sekedar cantik atau ganteng fisiknya, melainkan juga molek prilakunya. Tapi jika keparipurnaan itu tak jua datang bertandang, mari kita kembali ke khitah yang telah dikumandang istri saya: “Elek gak opo-opo; sing penting gati!” Jelek gak apa-apa; yang penting dia bisa menunjukkan sifat care-nya; sikap pedulinya kepada kita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*