Di Antara Upaya Saling Memahami dan Minta Dipahami

Di Antara Upaya Memahami dan Minta DipahamiProf. Dr. Yus Rusyana, dalam suatu perkuliahan pernah menyampaikan bahwa Beliau kerap hadir dalam pameran-pameran lukisan. Sejatinya Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia ini bukanlah seorang seniman lukis, bukan pula kolektor atau penggemar lukisan. Tujuan kehadiran Profesor Yus di pameran-pameran tersebut tak lain dan tak bukan adalah untuk memahami seni lukis dan lukisannya itu sendiri.

Di antara kita, masih adakah yang memiliki pemahaman seperti halnya Pak Yus Rusyana? Ketika dihadapkan pada sesuatu yang baru, asing, aneh, kita berusaha memahami hal yang baru, asing, dan aneh tersebut. Ketika memasuki lingkungan baru manakah yang kita pilih: berusaha memahami ataukah menuntut untuk bisa dipahami?

Karut-marutnya parlemen saat ini bisa dipastikan penyebabnya adalah dua kubu yang saling minta diterima dan dipahami. Masing-masing bertahan dengan pendapatnya. Tak terbersit sedikit pun keinginan untuk berusaha saling memahami.

Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Indonesia adalah negeri yang sangat majemuk. Latar belakang budaya dan agama Bangsa Indonesia sangat beragam. Berbahaya sekali jika setiap etnis atau suku bangsa yang sangat beragam ini bertahan untuk minta dipahami tanpa ada upaya untuk saling memahami. Jika itu yang terjadi, maka perpecahan pun tak akan bisa dihindari. Indonesia mungkin tinggal menjadi sebuah noktah kenangan. Menjadi sebuah legenda dengan pengantar cerita, “Alkisah pada zaman dahulu, berdirilah sebuah republik bernama Indonesia, dengan presiden terakhir bernama……..”

Ah, sedih membayangkannya. Di Batam aparat saling tembak. Di Senayan anggota parlemen adu otot. Di Makassar mahasiswa dan masyarakat saling lempar batu dan baku panah. Dan itu semua terjadi dikarenakan para aktor tersebut bertahan dengan kehendaknya sendiri-sendiri. Mereka minta dipahami bukan sebaliknya berupaya untuk memahami.

Kalian yang baru saja memasuki gerbang rumah tangga ataupun sedang menjalin sebuah hubungan serius, silakan bermimpi saja tentang kebahagiaan rumah tanggamu. Jika di antara kalian berdua tak ada upaya untuk saling memahami, tunggu saja tanggal kehancuran rumah tanggamu itu.

Silakan datang ke Pengadilan Agama. Saksikan proses sidang gugat cerai di antara pasangan kisruh tersebut. Tanyakan kepada mereka penyebabnya. Saya yakin, salah satu penyebabnya adalah besarnya keinginan di antara pasangan tersebut untuk minta dipahami, bukan memahami.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*