Cinta Berkualitas Tabung Elpiji Tiga Kiloan

Cinta Berkualitas Tabung Elpiji TigakiloanDalam kasus suap izin quota daging sapi impor yang melibatkan Ahmad Fathanah, ada seorang perempuan yang bolak-balik diwawancara oleh media. Perempuan itu bernama Sefti Sanustika yang belakangan diketahui sebagai istri ketiga Fatahanah.

Dengan wajah penuh ekspresif dan berlinangan air mata, pedangdut ini menunjukkan tekadnya untuk terus mendampingi sang suami dalam kondisi terpuruk sekalipun. Semoga saja dia bisa istiqamah demikian. Semoga cinta yang dibangun dengan sang pujaan hatinya berpondasikan keihklasan; bukan semata-mata karena gelontoran harta yang selama ini diterimanya dari Ahmad Fathanah.

Salah satu kriteria dalam memilih pasangan adalah kekayaan atau harta yang dimiliki oleh calon pasangan kita. Itu sah dan dicontohkan dalam agama. Namun, jika harta menjadi parameter tunggal, maka cinta dalam rumah tangga akan timbul dan tenggelam sejalan dengan naik turunnya harta yang digelontorkan oleh pasangan. Ketika pasangan telah tidak sanggup lagi memberikan harta sebanyak yang diharapkan, maka tamatlah riwayat mahligai cinta itu sampai di situ.

Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A. menganjurkan kepada kita untuk senantiasa membayangkan pasangan kita dalam kondisi terbalik dengan kenyataan yang dihadapi pada hari ini. Jika pasangan kita ganteng atau cantik, maka bayanganlah kondisinya empat puluh tahun ke depan. Ketika kondisinya sudah peyot, reyot, dan nyaris tak berdaya akankah cinta kita masih membara kepadanya.

Jika hari ini pasangan kita sedang menduduki jabatan strategis atau menjadi penguasa, maka bayangkanlah ketika kelak dia sudah pensiun, ketika tidak lagi memiliki staf pribadi serta tak lagi dilayani oleh orang-orang dekatnya. Ketika terbayang semua ketidaknyamanan itu tapi dalam hati kita masih terbersit rasa cinta kepadanya, maka itulah yang disebut dengan cinta sejati.

Kembali kepada Sefti Sanustika, saya berdoa semoga istri ketiga Ahmad Fathonah ini sejalan dengan nasihat Ustadz Muhammad Arifin Badri di atas. Semoga cinta yang menggelora dalam jiwanya adalah cinta sejati yang tak surut seiring dengan menyusutnya pemberian Ahmad Fathanah. Semoga kualitas cintanya tidak seperti tabung elpiji tiga kiloan yang melempem ketika gasnya berkurang dan tak  berfungsi manakala tidak diisi ulang.

One Comment

  1. Setuju banget dengan narasi di atas, saya yakin bila sudah peyot akan kabur 🙂

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*