Bilik Asmara yang Didamba Sefti Sanustika

Bilik Asmara yang Didamba Sefti SanustikaSefti Sanustika sedang berjuang agar disediakan sebuah bilik asmara oleh KPK. Sehingga, ketika membesuk Ahmad Fathanah, ia bisa dengan leluasa saling mencurahkan kasih sayangnya dengan suami tercintanya itu. Sebagaimana diketahui, Ahmad Fathanah hingga hari ini masih mendekam di Rumah Tahanan KPK setelah tersandung kasus suap impor daging sapi.

Tak bijak jika saya mengeksploitasi gosip kedua insan yang kasih sayangnya terpisahkan jeruji besi itu. Namun demikian, ada baiknya jika kita bisa becermin dari mereka mengenai akibat yang bakal kita rasakan jika kita melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum.

Duka mendalam tentu saja paling berat akan dirasakan oleh pasangan kita. Mereka harus berpikir bagaimana mencari penghasilan sebagai pengganti nafkah yang biasa diterimanya dari kita. Anak-anak akan kehilangan kita. Derita yang dirasakan oleh mereka sungguh tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Nafkah lahir masih gampang dicari. Bagaimana dengan nafkah batin? Dilema inilah yang sedang dirasakan oleh Sefti Sanustika sehingga sampai detik ini masih mengharap kemurahan hati pimpinan KPK untuk mengabulkan permintaannya tersebut.

Nafkah batin tak tergantikan oleh gudeg jogja, rendang padang, coto makassar, pitza, hamburger, sate maranggi, ayam betutu, dodol garut, peuyeum bandung, durian monthong, bahkan dengan comro sekalipun. Makanya, pelanggaran hukum yang dilakukan seseorang, tak sedikit yang berlanjut pada peceraian juga perselingkuhan. Persoalannya terletak pada pasangan yang sudah tak bisa lagi saling memberi nafkah batin masing-masing.

Kisah cinta Sefti Sanustika dan Ahmad Fathanah marilah kita jadikan cermin agar ke depan, ketika bahtera rumah tangga telah kita bangun bersama, tak ada sedikit pun niatan kita untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum. Sebab, konsekuensinya sungguh berat. Kita tidak akan bisa leluasa lagi saling berbagi nafkah batin dengan pasangan kita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*