Biarkan Para Calon Mertua Menilai Kita

Biarkan Orang Lain Menilai KitaSaya sedang belajar kesungguhan dan keikhlasan kepada seorang kawan. Dia seorang kepala museum. Saat ini dia tengah mendapat promosi. Pangkatnya akan segera naik mendahului teman seangkatannya, bahkan menyalip beberapa seniornya.

Saya sangat mengetahui betul watak dan perangainya. Kawan saya yang satu ini bukanlah tipe orang yang suka menemui para pejabat dan atasan untuk kepentingan pribadinya. Dia tidak suka ngatok. Prinsip hidupnya bekerja, bekerja, dan bekerja.

Tak ada pekerjaan yang ditangani dengan setengah hati. Dia mempersiapkan dan melaksanakan setiap pekerjaan dengan ikhlas dan kesungguhan hati. Tanpa pretensi.

Bagaimanakah hasilnya? Tanpa mempromosikan diri, tanpa menepuk dada sendiri, ia tercatat sebagai kandidat penerima anugerah kenaikan pangkat dalam waktu dekat ini.

Keteladanan yang bisa saya catat dari kawan yang satu ini adalah tentang ketekunan, kesungguhan, dan keikhlasan. Saya rasa siapa pun, termasuk kita, akan bergulir dari satu kesempatan ke kesempatan lainnya jika jika tekun, sungguh-sungguh, serta ikhlas dalam menjalani hidup dan kehidupan ini .

Biarkan orang lain menilai hasil kerja kita. Tanpa promosi ke sana-sini, tanpa propaganda ke sana ke mari, orang pun akan mengetahui sebatas mana kinerja dan prestasi kita. Buktinya, kawan saya sang kepala museum itu, dengan sikap low profile-nya, tetap mendapat reward sesuai jerih payahnya.

Dalam urusan jodoh pun saya rasa kita harus demikian. Tak usahlah kita gembar-gembor ke sana ke mari, berkampanye bahwa diri kita adalah calon mantu dan calon suami yang baik. Tidak perlu berkoar-koar bahwa akhlak kita sunguh mulai bahkan, ataghfirullah, mengklaim diri lebih mulia dari para wali. Tak perlu seperti itu. Sebab, calon mertua dan calon istri kita telah memegang track record kita. Mereka telah mendapatkan hasil dari uji kepatutan dan kelayakan terhadapa kita dengan cara khasnya masing-masing.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*